Rumah Tak Jamin Bebas Polusi, Kualitas Udara Terancam

Elva
Kualitas udara dalam rumah jadi perhatian di tengah polusi perkotaan. Foto Istimewa

JAKARTA, iNewsTangsel.id - Kualitas udara di dalam rumah menjadi salah satu aspek yang perlu diperhatikan di tengah paparan polusi perkotaan. Selain menjaga suhu tetap nyaman, penghuni perlu mempertimbangkan sirkulasi udara, keberadaan partikel halus, serta efisiensi energi dalam penggunaan pendingin ruangan.

‎"Partikel polutan berukuran kecil, seperti PM2.5, dapat masuk ke dalam ruangan melalui udara luar maupun celah bangunan. Paparan partikel tersebut berisiko mengganggu kesehatan, terutama sistem pernapasan, sehingga pengelolaan kualitas udara dalam hunian menjadi bagian penting dari upaya menciptakan lingkungan yang lebih sehat," kata Chief Executive Officer TCL Indonesia Evan Tang, dalam keterangan Sabtu (31/10/2026).

‎Menurutnya, kondisi ini turut mendorong perkembangan teknologi pendingin ruangan yang tidak hanya berfungsi mengatur suhu, tetapi juga menawarkan fitur penyaringan udara, pemantauan konsumsi listrik, dan kendali pintar.

‎"Salah satu perkembangan tersebut terlihat dari peluncuran dua lini pendingin ruangan, yakni FreshIN 3.0 AC dan VoxIN AC, yang membawa fitur penyaringan udara dan pengoperasian berbasis teknologi pintar dengan menggunakan sistem pemasukan udara dari luar yang disaring sebelum dialirkan ke dalam ruangan," terangnya.

‎Ia menjelaskan, perangkat ini dilengkapi sistem penyaringan empat lapis yang terdiri dari saringan awal, lapisan antibakteri ion perak, filter HEPA, dan saringan berkerapatan tinggi. Sistem tersebut mampu menyaring hingga 97,66 persen partikel PM2.5.

‎"Karena itu, penggunaan AC dengan fitur penyaringan udara tetap perlu disertai kebiasaan menjaga kebersihan rumah, melakukan perawatan perangkat secara berkala, serta memastikan ventilasi sesuai dengan kebutuhan hunian," imbuhnya.

‎Selain kualitas udara, lanjutnya, konsumsi listrik menjadi pertimbangan penting dalam penggunaan AC. Perangkat yang beroperasi selama berjam-jam dapat berkontribusi terhadap pengeluaran rumah tangga, terutama ketika digunakan pada suhu rendah dalam waktu lama.

‎"Untuk itu, kami menyematkan teknologi kecerdasan buatan pada AC ini sehingga dapat menghemat konsumsi daya hingga 70 persen dibandingkan AC standar dan lebih dari 37 persen dibandingkan AC inverter konvensional," ucapnya.

‎Ia menambahkan, perkembangan teknologi rumah pintar juga mengubah cara penghuni mengoperasikan perangkat elektronik. Pengaturan yang sebelumnya dilakukan melalui kendali jarak jauh kini dapat menggunakan perintah suara maupun aplikasi ponspolutan.

‎"Pada lini VoxIN AC, kami menghadirkan fitur Smart Voice Control yang memungkinkan pengguna memberikan perintah dalam bahasa Indonesia tanpa harus terhubung ke internet untuk fungsi kendali suara yang didukung. Pengguna dapat memberikan instruksi untuk menyalakan AC atau mengubah suhu ruangan," ujarnya.

‎Ia mengakui, kebutuhan konsumen kini tidak hanya berkaitan dengan kesejukan ruangan, tetapi juga kualitas udara dan kemudahan pengoperasian perangkat. ‎Untuk itu, pengembangan teknologi pendingin ruangan diarahkan dengan menggabungkan kenyamanan hunian dengan pengelolaan energi dan fitur pintar.

‎"Meski dilengkapi teknologi penyaringan, AC tidak otomatis menjamin udara di dalam rumah bebas polutan. Penghuni tetap perlu menjaga kebersihan ruangan, memastikan ventilasi memadai, serta membersihkan filter dan merawat perangkat secara berkala," tutupnya. 

Editor : Elva Setyaningrum

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network