Kesehatan Jiwa Jadi Penentu Mental Seseorang Hidup Bermasyarakat

Penanganan
Menjaga kesehatan mental sebenarnya tidak sulit jika menerapkannya secara rutin. Banyak hal-hal yang perlu dilakukan dan dihindari agar kesehatan mental/kesehatan jiwa terjaga, yaitu mengelola faktor biologis, sosial dan menerapkan pola asuh secara rutin berkualitas.
Dokter Spesialis Kesehatan Jiwa dari Siloam Hospitals Ambon, dr. David Santosa Tjoei Sp.KJ MARS FISQua., mengatakan bahwa faktor biologis dapat dicegah dengan farmakologi, asupan gizi seimbang dan menghindari pemakaian obat terlarang atau narkoba. Adapun turut diimbangi dengan kualitas dari Faktor edukatif.
"Peran penting Orangtua memberi didikan dengan kasih sayang pada anak, namun tidak terlalu dimanja atau ada ketegasan dalam menyikapinya. Faktor kenyamanan lingkungan dan pola interaksi turut berperan menjaga kesehatan jiwa ini", ungkap dr. David Santosa Tjoei Sp.KJ MARS FISQua., yang berpraktek tetap di Siloam Hospital Ambon, rumah sakit berlokasi di bilangan Sultan Hasanudin, Hative kecil, Sirimau Kota Ambon, Maluku ini.
Penanganan kesehatan jiwa secara medis dapat dilakukan melalui diagnosis mengacu pada The Diagnostic and Statical manual ofental Disorders(DSM) diiringi pemeriksaan fisik penunjang, farmakologi, pengadaan sejumlah terapi termasuk stimulasi otak maupun saraf.
Dalam edukasi sesi tanya jawab, Dokter Spesialis Kejiwaan, Dokter David Santosa menyampaikan bahwa Gangguan jiwa tidak menyeluruh disebabkan oleh persoalan karakter dan akibat Genetik (turunan) dapat disembuhkan meskipun tidak secara keseluruhan.
"Gangguan ini pada harfiahnya dapat ditangani. Seseorang bisa memotifasi dirinya atau mengikuti motivasi dari orang lainnya, misalnya dari para penyandang disabilitas. Ikuti keinginan untuk 'move on' dari rasa trauma dan perbanyak beribadah berinteraksi dengan doa dan rohani", pungkas Dokter David Santosa mengakhiri edukasinya yang bertajuk "Make Mental Health and Well Being For All a Global Priority".
Editor : Vitrianda Hilba SiregarEditor Jakarta