Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : BPOM Sita 459 Ribu Produk Ilegal Senilai Rp25,1 Miliar di Tangerang
Advertisement . Scroll to see content

Makna Sujud Menurut Alquran dan Manfaatnya dalam Penelitian Sains

Sabtu, 08 Maret 2025 | 22:36 WIB
  • author Vitrianda Hilba Siregar
Makna Sujud Menurut Alquran dan Manfaatnya dalam Penelitian Sains
Prof. Dr. Taruna Ikrar, M.Biomed, Ph.D., ilmuwan Indonesia diakui global di bidang neurosains saat menjadi penceramah dalam shalat tarawih di Masjid Istiqlal pada Sabtu (8/3/2025). Foto: Ist

JAKARTA, iNewsTangsel.id - Sujud adalah bagian gerakan dalam shalat sebagai bentuk kerendahan diri manusia terhadap Allah Ta'ala. Saat sujud itulah sejatinya manusia berada dalam titik terendah di hadapan Allah Ta'ala.

Sujud juga  sebagai bentuk konkret bagaimana manusia merasa kecil dan tidak berdaya di hadapan Allah Ta'ala. Dalam ilmu kesehatan terutama neurosains, sujud ternyata mempengaruhi kesehatan otak, kesehatan mental, dan ketenangan jiwa.


 
Hal ini sesuai perintah Allah Ta'ala: 

كَلَّا ؕ لَا تُطِعۡهُ وَاسۡجُدۡ وَاقۡتَرِبْ۩

Kalla; la tuti'hu wasjud waqtarib

Artinya: 'Sekali-kali tidak! Janganlah kamu patuh kepadanya; dan sujudlah serta dekatkanlah (dirimu kepada Allah)'. (QS. Al-'Alaq:19)

Hal ini disampaikan Prof. Dr. Taruna Ikrar, M.Biomed, Ph.D., ilmuwan Indonesia yang diakui secara global di bidang neurosains saat menjadi penceramah dalam shalat tarawih di Masjid Istiqlal pada malam ke-9 Ramadan, Sabtu (8/3/2025).

Prof. Dr. Taruna Ikrar, M.Biomed, Ph.D juga menjabat sebagai Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI. 

Salah satu pencapaian ilmiahnya yang diakui dunia adalah paten metode pemetaan otak manusia sejak 2009, yang membuka wawasan baru dalam studi neurologi.

 
Prof. Dr. Taruna Ikrar, M.Biomed, Ph.D menjelaskan dalam penelitian dalam ilmu kedokteran modern menunjukkan bahwa sujud memiliki berbagai manfaat bagi otak dan kesehatan mental, di antaranya:

1 Meningkatkan aliran darah dan oksigen ke otak, memperkuat koneksi saraf dan mendukung fungsi kognitif.

2.  Merangsang regenerasi sel otak, membantu meningkatkan daya ingat dan mencegah gangguan neurodegeneratif.
3. Menurunkan kadar hormon stres kortisol, yang berkontribusi dalam mengurangi kecemasan serta meningkatkan ketenangan jiwa.

4. Menyeimbangkan sistem saraf, berperan dalam pengaturan emosi dan meningkatkan ketahanan mental.

Editor: Vitrianda Hilba SiregarEditor Jakarta

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut