Waspada! Warga di Enam Kecamatan Kabupaten Tangerang Masuk Daerah Rawan Banjir
TANGERANG, iNewsTangsel.id - Warga di enam kecamatan di Kabupaten Tangerang kini harus lebih waspada menghadapi musim hujan. Adapun kecamatan yang tercatat sebagai daerah rawan banjir berdasarkan pemetaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang, di antaranya, Kecamatan Pasar Kemis, Curug, Teluknaga, Kosambi, Balaraja, dan Kelapa Dua.
Kepala BPBD Kabupaten Tangerang, Achmad Taufik menjelaskan, pihaknya tengah bersiaga menghadapi bencana yang berpotensi terjadi di wilayah tersebut saat musim hujan. Banjir mudah terjadi karena kondisi perumahan yang berdiri di dataran rendah, ditambah penyempitan saluran air.
“Bagi warga yang tinggal di wilayah itu, wajar saja cemas jika curah hujan tinggi. Karena penduduknya banyak, terjadi penyempitan, ditambah posisi perumahan ada di dataran rendah,” kata Taufik.
Menurutnya, untuk mengatasi masalah ini diperlukan mitigasi bencana yang dilakukan bersama daerah penyangga seperti Jakarta, Bogor, Kota Tangerang, dan Tangerang Selatan.
“Karena aliran sungai di wilayah tersebut saling terhubung. Jadi ini perlu kolaborasi bersama dalam memitigasi maupun menangani bencana alam tersebut,” ungkap Taufik.
Semenatara itu, Bupati Tangerang, Maesyal Rasyid menambahkan, pihaknya kini memperkuat koordinasi lintas sektor dengan TNI, Polri, dan berbagai stakeholder. Dari perahu karet hingga fasilitas kesehatan, seluruh perlengkapan evakuasi dipastikan siap digunakan jika banjir datang.
“Kami juga meningkatkan peran serta masyarakat karena penanggulangan bencana tidak bisa hanya mengandalkan aparat, melainkan melibatkan seluruh komponen masyarakat dalam menjaga lingkungan sekaligus menyiapkan langkah darurat bila banjir melanda,” terangnya.
Secara terpisah, salah satu warga Kosambi, Surya (55) mengaku, sudah terbiasa dengan genangan yang muncul hampir setiap musim hujan. Namun, kekhawatiran tetap ada karena ia tinggal di bantaran sungai.
“Kalau sudah masuk musim hujan, rasanya tidur pun tidak tenang. Takut air tiba-tiba naik ke rumah. Kalau air sudah masuk rumah, kami biasa naikkan barang ke atas lemari. Tapi tetap saja capek, setiap tahun menghadapi hal yang sama,” ucapnya.
Editor : Elva Setyaningrum