Interpol Endus Persembunyian Riza Chalid di Luar Negeri, Polri Siap Seret Pulang ke Indonesia
JAKARTA, iNewsTangsel - Sekretaris NCB Interpol Indonesia, Brigjen Pol Untung Widyatmoko, secara mengejutkan mengumumkan bahwa pihaknya telah berhasil mengidentifikasi negara tempat pelarian pengusaha Mohammad Riza Chalid (MRC). Kepastian ini menjadi titik terang baru dalam pengusutan kasus mega korupsi tata kelola minyak mentah yang melibatkan PT Pertamina sepanjang tahun 2018 hingga 2023.
Interpol menegaskan bahwa pengejaran terhadap tersangka tersebut tidak hanya sebatas pemantauan jarak jauh, melainkan sudah masuk ke tahap tindakan lapangan. "Kami sudah mengetahui (lokasinya) dan kami sudah berangkat ke negara tersebut,” tegas Untung dalam konferensi pers yang digelar pada Minggu (1/2/2026).
Meskipun tim khusus sudah diberangkatkan, pihak kepolisian masih menutup rapat identitas negara tujuan guna menjaga kerahasiaan dan kelancaran operasi di lapangan. Fokus utama saat ini adalah memastikan koordinasi internasional berjalan mulus agar proses eksekusi terhadap tersangka tidak mengalami kendala diplomatik.
Mekanisme penangkapan sang maestro perdagangan minyak ini sedang digarap secara intensif dengan melibatkan berbagai pihak berwenang di tingkat global. "Untuk penangkapan sedang kami kerjakan, sedang kami koordinasikan, dan terus kami lakukan update," ujar Untung.
Riza Chalid sendiri kini menjadi buruan utama di 196 negara setelah status Red Notice terhadap dirinya resmi disebarkan secara luas oleh markas besar Interpol. Dengan status tersebut, ruang gerak tersangka dipastikan semakin menyempit karena setiap otoritas perbatasan di negara anggota kini wajib melakukan pengawasan ketat.
Kejaksaan Agung sebelumnya telah menetapkan Riza sebagai salah satu dari sembilan tersangka baru yang diduga merugikan keuangan negara hingga mencapai Rp285,1 triliun. Sosoknya dikenal memiliki pengaruh besar dalam industri perdagangan minyak, termasuk peran sentralnya dalam mengendalikan entitas Petral di masa lalu.
Dalam daftar tersangka tersebut, Riza terseret bersama sejumlah mantan petinggi PT Pertamina yang diduga kuat melakukan manipulasi dalam proses pengadaan produk kilang. Para tersangka lainnya mencakup jajaran Direksi dan Vice President yang memiliki akses strategis terhadap tata kelola energi nasional pada periode tersebut.
Pemerintah berkomitmen penuh untuk mengusut tuntas skandal yang telah melumpuhkan keuangan negara dalam skala raksasa ini hingga ke akar-akarnya. Publik kini menanti keberhasilan Interpol dalam menyeret Riza Chalid kembali ke tanah air untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya di muka hukum.
Editor : Aris