get app
inews
Aa Text
Read Next : Komposer Malaysia Denzai ZBH Sapa Indonesia, Perkenalkan Lagu Religi Sambut Ramadan

Imlek hingga Lebaran, Pusat Belanja Siap Panen Transaksi Rp53,38 Triliun

Sabtu, 14 Februari 2026 | 05:36 WIB
header img
Ilustrasi promo dan pesta diskon hingga 70% jelang Lebaran 2026. (Foto: Istimewa).

JAKARTA, iNewsTangsel.id - Momentum perayaan Imlek 2026 menjadi pemanasan bagi industri ritel nasional sebelum memasuki puncak konsumsi Ramadhan dan Idulfitri. Pemerintah bersama pelaku usaha optimistis rangkaian belanja dari Imlek hingga Lebaran tahun ini berpotensi mencatatkan transaksi hingga Rp53,38 triliun di pusat perbelanjaan seluruh Indonesia.

Optimisme tersebut dibarengi dengan peluncuran program Belanja di Indonesia Aja (BINA) Lebaran 2026 yang diintegrasikan dengan kampanye Bangga Berwisata di Indonesia (BBWI) Travel Fair 2026, di Jakarta, Jumat (13/2/2026). Program ini akan dilaksanakan selama 25 hari, yakni pada 6-30 Maret 2026.

Wakil Ketua Umum Himpunan Peritel & Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo), Fetty Kwartati, menjelaskan, program ini dirancang untuk menjaga daya beli masyarakat sekaligus mendorong perputaran uang tetap berada di dalam negeri selama musim libur panjang.

“Lebih dari 400 pusat perbelanjaan anggota Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) ikut berpartisipasi. Berbagai promo, diskon hingga 70% untuk brand lokal dan global. Kami juga mempersiapkan event tematik Ramadan dan Lebaran untuk meningkatkan traffic kunjungan,” terangnya. 

Fetty mengungkapkan, periode dari Imlek hingga Idulfitri sebagai fase krusial bagi sektor ritel. Selain peningkatan belanja fesyen dan kebutuhan Lebaran, arus mudik dan libur panjang turut menggerakkan sektor kuliner, transportasi, perhotelan, serta UMKM di daerah.

“Ketika wisatawan bergerak, pusat belanja, hotel, restoran, hingga pelaku UMKM ikut terdorong. Ini menjadi ekosistem yang saling menguatkan. Kami pun optimis, target total transaksi pada program kali ini sebesar Rp 53,38 triliun,” ujarnya.

Sementara itu, Staf Ahli Bidang Transformasi Digital dan Inovasi Pariwisata Kementerian Pariwisata, Masruroh mengatakan, periode Lebaran merupakan salah satu pendorong utama pergerakan wisatawan nusantara setiap tahunnya.

“Integrasi wisata dan belanja menjadi strategi efektif untuk memperpanjang lama tinggal wisatawan sekaligus meningkatkan transaksi domestik. Karena pergerakan wisatawan selalu diikuti peningkatan belanja di sektor kuliner, ritel, dan ekonomi kreatif,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Analis Kebijakan Ahli Madya Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Darwin Tonggotua Siahaan, menjelaskan, program ini dirancang sebagai strategi penguatan konsumsi domestik kuartal I dan II 2026. Sehingga dapat menciptakan efek positif bagi pertumbuhan ekonomi nasional melalui peningkatan pendapatan sektor ritel, kuliner, dan UMKM.

“Momentum hari besar keagamaan selalu berdampak signifikan terhadap pergerakan ekonomi. Sinergi lintas sektor diharapkan menciptakan efek berganda bagi pertumbuhan,” ujarnya.

Ketua Bidang Program Promosi DPP Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI), sekaligus General Manager Kota Kasablanka, Agung Gunawan, menyatakan kesiapan penuh industri pusat perbelanjaan menyambut lonjakan belanja masyarakat setelah Imlek 2026 dan menjelang Idulfitri 2026.

Konsumsi rumah tangga tetap menjadi kontributor utama pertumbuhan ekonomi nasional. Karena itu, integrasi promosi belanja dan wisata diharapkan mampu memperpanjang masa tinggal wisatawan sekaligus meningkatkan nilai transaksi domestik,” tutup Agung. 

Editor : Elva Setyaningrum

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut