Prabowo Minta Bahlil Bangun 18 Storage BBM, Pengamat: Stabilitas Energi Dorong Ekonomi Berkelanjutan
JAKARTA, iNewsTangsel - Presiden Prabowo Subianto secara resmi memberikan instruksi strategis kepada Menteri ESDM Bahlil Lahadalia untuk membangun fasilitas penyimpanan (storage) BBM baru di 18 wilayah Indonesia pada tahun 2026. Langkah berani ini bertujuan untuk mendongkrak ketahanan energi nasional secara drastis dari yang semula hanya 21 hari menjadi standar internasional yakni 3 bulan atau 90 hari.
Pengamat Kebijakan Publik, Prof Henry Indraguna, menyatakan keyakinannya bahwa Bahlil mampu merealisasikan visi besar Asta Cita terkait kemandirian energi dan hilirisasi nasional. "Instruksi Presiden ini merupakan langkah brilian untuk menjamin ketahanan energi sekaligus menguatkan stok nasional demi kedaulatan bangsa," ujar Prof Henry, Sabtu (14/2/2026).
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengungkapkan bahwa kedaulatan energi tanpa intervensi pihak asing merupakan prioritas utama dalam empat fokus kebijakan energi pemerintahan saat ini. Ia menegaskan tekad pemerintah untuk mencapai swasembada energi secara bertahap mengingat Indonesia saat ini masih mengimpor sekitar 30 juta kiloliter BBM per tahun.
Proyek strategis nasional ini diperkirakan akan menelan investasi jumbo sebesar Rp72 triliun yang tersebar merata dari ujung barat hingga ujung timur Indonesia. Prof Henry meyakini investasi raksasa ini akan menjadi daya ungkit utama bagi obsesi Presiden dalam mencapai angka pertumbuhan ekonomi sebesar 8 persen di masa depan.
Selain memperkuat stok bahan bakar, pembangunan 18 fasilitas penyimpanan ini diprediksi mampu menyerap tenaga kerja sebanyak 6.960 orang secara langsung. Efek domino dari proyek ini sangat krusial dalam menciptakan lapangan kerja baru dan mengurangi tingkat pengangguran yang menjadi tantangan besar pemerintahan Prabowo-Gibran.
Adapun sebaran pembangunan storage tersebut meliputi lokasi strategis seperti Lhokseumawe, Natuna, hingga Fakfak guna memastikan distribusi logistik yang lebih efisien di seluruh pelosok. Kehadiran infrastruktur ini juga menjadi jaminan keamanan bagi mobilitas masyarakat serta kelangsungan operasional industri nasional agar tetap stabil di tengah krisis global.
Profesor dari Unissula Semarang ini menambahkan bahwa ketahanan stok hingga 90 hari akan membuat Indonesia memiliki keunggulan kompetitif di mata investor dunia. Faktor stabilitas energi yang terjamin akan memberikan insentif signifikan bagi pertumbuhan ekonomi daerah yang selama ini sering terkendala masalah distribusi logistik.
Program ini juga dipastikan akan memperkuat keadilan sosial melalui program BBM Satu Harga yang menjangkau wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Melalui akses energi yang setara, seluruh rakyat Indonesia diharapkan dapat merasakan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan yang mampu meningkatkan kesejahteraan hingga ke tingkat rumah tangga.
Editor : Aris