Tren Ramadan 2026 Tak Sekadar Gaya, Kenyamanan Jadi Prioritas
JAKARTA, iNewsTangsel.id - Tren fesyen Ramadan 2026 menunjukkan pergeseran signifikan ke arah busana yang lebih adaptif dan nyaman, tanpa meninggalkan unsur gaya. Pelaku industri mencatat konsumen kini tidak hanya mempertimbangkan tampilan saat Lebaran, tetapi juga fungsi pakaian untuk aktivitas sepanjang bulan suci.
Group Head Groceries & Lifestyle Blibli, Krisantia Nugraha, mengatakan kategori outerwear menjadi salah satu fokus utama koleksi Ramadan tahun ini. Berdasarkan diskusi dengan sejumlah pemilik merek, model tersebut dinilai fleksibel dan mudah dipadupadankan.
“Trennya, outerwear. Dari sisi bahan juga lebih breathable dan nyaman dipakai,” katanya, pekan lalu.
Menurutnya, material yang ringan dan menyerap keringat menjadi pertimbangan utama konsumen, mengingat masyarakat tetap menjalani aktivitas harian seperti bekerja, menghadiri acara buka puasa, hingga berbelanja kebutuhan Lebaran.
“Tren serupa juga terlihat pada koleksi pria dan anak-anak. Siluet yang simpel namun tetap stylish lebih diminati dibandingkan potongan yang terlalu berat atau berlapis. Outerwear dengan desain menarik dinilai cukup memberi statement tanpa harus tampil berlebihan,” ungkapnya.
Dia menjelaskan, di internalnya selama Ramadan 2025 memperlihatkan lonjakan signifikan di kategori fesyen Muslim. Permintaan atasan Muslim wanita meningkat lebih dari dua kali lipat dibanding periode biasa.
“Pakaian Muslim pria dan anak perempuan naik hampir 2,5 kali lipat. Sedangkan, pakaian Muslim anak laki-laki mencatat pertumbuhan tertinggi hingga hampir tiga kali lipat,” terangnya.
Dia menerangkan, untuk kategori hijab juga menunjukkan performa impresif. Jika diakumulasi, total penjualan hijab sepanjang Ramadan 2025 mencapai 18,16 kilometer. Angka itu setara dengan mengelilingi Stadion Gelora Bung Karno sebanyak 45 kali.
“Menariknya, pola konsumsi tidak hanya terfokus pada busana Lebaran. Penjualan baju olahraga Muslim juga meningkat hampir empat kali lipat. Sedangkan, outerwear harian naik hampir tiga kali lipat. Hal ini menunjukan, konsumen mulai mempersiapkan busana untuk berbagai kebutuhan,” imbuh dia.
Sementara itu, pelaku modest fashion juga memperkuat identitas koleksinya. Salah satunya, CEO Heaven Lights, Jihan Malik, menambahkan, koleksi Raya tahun ini tetap mempertahankan karakter yang terinspirasi nuansa Timur Tengah.
“Motif dan warna diperkaya dengan sentuhan khas Middle East. Sedangkan, material disesuaikan agar tetap nyaman digunakan. Maka, tahun ini, kami menambahkan elemen lace dan beads pada beberapa lini eksklusif untuk memberikan kesan mewah tanpa mengorbankan kenyamanan,” ujarnya.
Dia menegaskan, secara umum, tren Ramadan 2026 mencerminkan keseimbangan antara estetika dan fungsi.
“Konsumen semakin selektif memilih busana yang tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga relevan dengan kebutuhan mobilitas dan kenyamanan sepanjang bulan suci hingga Hari Raya,” tutupnya.
Editor : Elva Setyaningrum