Sumpah Berdarah Teheran! Presiden Iran Janji Balas Dendam, Amerika-Israel Akan Menyesal
Pernyataan ini pun diperkuat oleh Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) yang mengeluarkan ancaman lebih spesifik, yakni peluncuran serangan paling ganas yang pernah ada ke wilayah pendudukan Israel serta pangkalan-pangkalan militer AS di seluruh kawasan dalam hitungan sesaat lagi.
Kesedihan mendalam saat ini tengah menyelimuti Iran, di mana pemerintah telah menetapkan 40 hari masa berkabung nasional dan tujuh hari libur resmi untuk menghormati kepergian sang pemimpin yang telah berkuasa selama hampir empat dekade.
Laporan satelit dari Airbus mengungkap pemandangan mengerikan di mana kompleks kediaman Khamenei di pusat kota Teheran hancur lebur dibom habis-habisan. Foto-foto tersebut menjadi bukti bisu betapa biadabnya serangan awal yang dilancarkan musuh-musuh Teheran saat sang pemimpin berada di garis depan tanggung jawabnya.
Televisi pemerintah Iran menyiarkan pengumuman kematian tersebut dengan suasana duka yang mencekam, menyebut Khamenei sebagai syahid yang gugur akibat serangan "rezim Zionis yang jahat." Di tengah gema duka yang menyayat hati, rakyat Iran kini menanti dengan napas tertahan saat mesin-mesin perang IRGC mulai dipanaskan.
Dunia internasional pun kini bersiap menghadapi eskalasi konflik yang diprediksi akan mengubah peta kekuatan di Timur Tengah selamanya, seiring dengan janji Teheran untuk membuat para musuhnya bertekuk lutut dalam penyesalan.
Editor : Vitrianda Hilba SiregarEditor Jakarta