Program Bulan Dana, PMI Perluas Layanan Kemanusiaan
JAKARTA, iNewsTangsel.id - Program Bulan Dana yang digelar Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Jakarta Utara kembali menjadi momentum penguatan solidaritas sosial antara masyarakat, pemerintah, dan dunia usaha. Program tahunan ini bertujuan menghimpun partisipasi publik guna mendukung keberlangsungan berbagai layanan kemanusiaan PMI, mulai dari layanan sosial, kesehatan, hingga respons tanggap darurat bencana.
Wali Kota Administrasi Jakarta Utara, Hendra Hidayat menyampaikan, apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam program tersebut, termasuk PT Jakarta Infrastruktur Propertindo (JIP) yang aktif mendukung kegiatan kemanusiaan PMI Kota Jakarta Utara dalam Program Bulan Dana 2025.
“Keberlangsungan berbagai layanan PMI sangat bergantung pada dukungan dan partisipasi masyarakat serta dunia usaha. Karena PMI sepenuhnya mengandalkan partisipasi dan kontribusi masyarakat. Karena itu, kami menyampaikan apresiasi kepada seluruh perusahaan yang telah menyalurkan bantuan dan bersinergi bersama PMI Jakarta Utara,” ujarnya, Kamis (5/3/2026).
Sementara itu, Ketua PMI Kota Jakarta Utara, Rijal menambahkan, dukungan dari berbagai pihak menjadi faktor penting dalam menjaga keberlanjutan pelayanan kemanusiaan PMI di tengah berbagai tantangan sosial dan kebencanaan.
“Program ini tidak hanya berfungsi sebagai penggalangan dana, tetapi juga menjadi sarana memperkuat nilai gotong royong dan solidaritas kemanusiaan di masyarakat. Kami juga mengapresiasi komitmen berbagai pihak yang telah berkontribusi dalam mendukung kegiatan kemanusiaan ini,” ungkap Rijal.
Dukungan tersebut, lanjutnya, turut membantu PMI dalam menjalankan berbagai kegiatan kemanusiaan, termasuk penanganan bencana seperti banjir dan longsor yang terjadi di sejumlah daerah di Indonesia.
“Diharapkan, kolaborasi antara dunia usaha, dan pemerintah daerah dapat terus berkembang. Sehingga dapat memperluas jangkauan layanan kemanusiaan bagi masyarakat yang membutuhkan, seperti layanan donor darah, bantuan kebencanaan, hingga pembinaan relawan,” terang Rijal.
Editor : Elva Setyaningrum