Pentingnya Literasi Kecantikan di Tengah Maraknya Industri Estetik
TANGERANG, iNewsTangsel.id -Meningkatnya minat masyarakat terhadap perawatan estetik turut mendorong munculnya beragam produk dan prosedur kecantikan di pasaran. Di tengah perkembangan tren yang begitu cepat, masyarakat diingatkan untuk lebih cermat dalam memilih produk maupun tindakan estetik demi menjaga kesehatan kulit dan menghindari risiko yang tidak diinginkan sehingga tidak semata-mata mengikuti tren yang viral di media sosial.
Demikianlah dikatakan aktris sekaligus figur publik yang juga brand ambassador Cellbooster, Prilly Latuconsina saat diskusi bertema "Choose Beauty Wisely", Sabtu (13/6/2026).
Menurutnya, konsultasi dengan tenaga medis profesional menjadi langkah penting sebelum menjalani prosedur estetika. Karena setiap orang memiliki kebutuhan kulit yang berbeda, sehingga penting untuk memahami kondisi kulit terlebih dahulu sebelum memilih treatment.
"Karena perawatan kecantikan tidak hanya berkaitan dengan penampilan, tapi juga tentang memahami kebutuhan kulit. Keamanan dan kualitas produk menjadi pertimbangan utama sebelum memutuskan menjalani suatu prosedur," ujar Prilly yang rutin menjalani perawatan estetik sejak 2024.
Sementara itu, dokter estetik dr. Chen ik Cen menekankan pentingnya masyarakat memeriksa legalitas produk yang digunakan, termasuk memastikan produk telah memiliki izin edar dari otoritas terkait dan didukung oleh bukti klinis yang memadai.
"Penggunaan produk yang tidak memiliki izin resmi berpotensi menimbulkan risiko kesehatan karena kandungan bahan di dalamnya tidak diketahui secara jelas. Risiko tersebut tidak hanya berdampak pada kulit, tapi juga dapat memengaruhi kesehatan tubuh secara keseluruhan," terangnya.
Selain faktor keamanan, lanjutnya, pemilihan jenis perawatan juga perlu disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing individu. Karena setiap pasien memiliki kondisi kulit yang berbeda sehingga memerlukan pendekatan yang berbeda pula.
"Untuk masalah tekstur kulit, misalnya, beberapa perawatan diformulasikan untuk membantu merangsang pembentukan kolagen sehingga dapat memperbaiki kualitas kulit secara bertahap. Sementara itu, pada kasus hiperpigmentasi, terdapat kandungan tertentu yang dapat membantu menekan produksi melanin sehingga kulit tampak lebih cerah dan merata," jelasnya.
Di sisi lain, dokter estetika dr. Sri Gitalia menyoroti fenomena maraknya tren kecantikan di media sosial yang kerap mendorong masyarakat mencoba berbagai prosedur tanpa memahami kecocokannya. Karena tidak semua perawatan yang populer sesuai untuk setiap orang.
"Kondisi kulit, riwayat kesehatan, serta tujuan perawatan perlu menjadi dasar dalam menentukan jenis treatment yang tepat. Untuk itu, tahapan konsultasi menjadi tahapan paling penting sebelum menjalani tindakan apa pun," ucapnya.
Menurutnya, perawatan yang tepat bukanlah yang sedang populer, melainkan yang paling sesuai dengan kebutuhan dan kondisi kulit seseorang. Adapun tujuan konsultasi adalah mengetahui apa yang benar-benar dibutuhkan pasien. Jadi bukan sekadar mengikuti tren atau mencoba semua prosedur yang sedang ramai diperbincangkan," ungkapnya.
Editor : Elva Setyaningrum