Dokter Ingatkan! Minum Susu Berlebih Bisa Ganggu Tumbuh Kembang Anak
JAKARTA, iNewsTangsel.id - Para orang tua sebaiknya tidak memberikan susu secara berlebihan kepada anak. Karena konsumsi susu yang terlalu banyak dapat menghambat penyerapan zat besi yang penting untuk tumbuh kembang.
“Yang bermasalah itu adalah kalsiumnya karena bisa jadi kompetitif dengan penyerapan zat besinya,” kata Dokter spesialis anak sekaligus konselor laktasi, dr. Lucky Yogasatria, Sp.A, Selasa (14/4/2026).
Ia menjelaskan, baik susu formula maupun susu segar tetap boleh diberikan, namun dibatasi maksimal 500 mililiter per hari, khususnya pada anak usia dua tahun. Pemberian susu juga disarankan sebagai selingan, bukan pengganti makanan utama.
"Untuk menjaga penyerapan zat besi tetap optimal, pemberian susu harus ada jeda sekitar dua jam sebelum atau sesudah makan berat," tegasnya.
Menurut dia, pengaturan ini juga dapat membantu menjaga nafsu makan anak. Bahkan, kalau usia setelah dua tahun susu tidak terlalu diperlukan karena anak sudah bisa mendapatkan nutrisi dari makanan utama (real food).
"Selain susu, minuman seperti teh juga tidak dianjurkan untuk anak-anak karena dapat mengganggu penyerapan zat besi, " imbuhnya.
Diungkapkan, kekurangan zat besi sendiri berisiko menyebabkan anemia, gangguan perkembangan otak, hingga penurunan kecerdasan.
"Sebagai solusi, orang tua dianjurkan memberikan makanan kaya zat besi sejak masa Makanan Pendamping ASI (MPASI), seperti hati ayam, daging ayam, dan daging sapi," ucap dr. Lucky.
Dia menambahkan, pada bayi baru lahirh hingga usia 4 bulan, kebutuhan zat besi masih dapat dipenuhi dari ASI. Namun, memasuki usia 4 hingga 6 bulan, bayi dapat mulai diberikan suplemen zat besi sesuai anjuran dokter dengan kebutuhan hariannya mencapai sekitar 11 miligram.
Pada kesempatan yang sama, Direktur PT Combhipar Weitarsa Hendarto mengaku upaya pencegahan kekurangan zat besi juga terus didorong. Salah satunya melalui produk Maltofer yang menghadirkan suplementasi zat besi oral untuk membantu memenuhi kebutuhan zat besi pada anak, remaja, hingga dewasa.
"Kekurangan zat besi yang tidak tertangani dapat berkontribusi pada stunting, yang berdampak luas mulai dari menurunnya kecerdasan, lemahnya daya tahan tubuh, hingga risiko penyakit kronis di masa depan seperti obesitas, stroke, dan penyakit jantung," ujarnya.
Editor : Elva Setyaningrum