Monolog Dapur Sumur Tutur Soroti Dinamika Perempuan dan Tradisi
JAKARTA, iNewsTangsel.id - Galeri Indonesia Kaya kembali menghadirkan pertunjukan seni yang mengangkat isu sosial melalui pementasan monolog Dapur Sumur Tutur. Karya ini menyoroti dinamika perempuan lintas generasi di tengah perubahan nilai budaya dan tradisi yang terus berkembang.
Dipentaskan oleh Putri Ayudya, pertunjukan ini mengajak penonton menyelami kisah tiga generasi perempuan dalam satu keluarga Jawa melalui sudut pandang berbeda. Dengan format one woman show, penampilan selama satu jam ini menghadirkan pengalaman yang intim dan reflektif.
Program Director Galeri Indonesia Kaya, Renitasari Adrian, mengatakan pementasan ini menjadi ruang refleksi bagi masyarakat. “Kami ingin menghadirkan karya yang tidak hanya menghibur, tetapi juga relevan dengan isu keluarga, perempuan, dan perubahan nilai budaya,” ujarnya, Minggu (26/4/2026).
Produser Nosa Nurmanda menjelaskan, pemilihan latar tiga generasi perempuan menggambarkan bagaimana nilai dan pengalaman diwariskan dalam keluarga. “Momen refleksi keluarga menjadi titik penting untuk memahami bagaimana tradisi dimaknai ulang,” katanya.
Sementara itu, sutradara Ben Bening menilai isu kebebasan perempuan masih relevan hingga kini. “Pertanyaan tentang apakah perempuan sudah benar-benar bebas masih menjadi diskusi yang terus berkembang,” ungkapnya.
Melalui pendekatan artistik yang menggabungkan akting, musik, dan visual, pertunjukan ini tidak hanya menghadirkan cerita personal, tetapi juga menggambarkan realitas sosial seperti peran perempuan dalam keluarga, tekanan generasi sandwich, hingga perubahan posisi perempuan di masyarakat modern.
Editor : Hasiholan Siahaan