Tampil Natural, Konsumen Butuh Blush yang Mudah Dibaurkan
JAKARTA, iNewsTangsel.id - Gaya riasan wajah dengan tampilan yang lebih natural dan ringan kini semakin diminati, terutama oleh konsumen yang menginginkan hasil akhir segar tanpa terlihat berlebihan. Di Indonesia, banyak produk blush atau pesona pipi memiliki pigmentasi tinggi yang sulit dibaurkan sehingga warna terlihat mencolok dan kurang menyatu dengan kulit.
Marketing ETUDE Indonesia, Zahrah Ayu Novianti mengungkapkan, kondisi ini membuat sebagian konsumen beralih mencari produk dengan formula yang lebih mudah dibaurkan. Untuk itu, pihaknya memperkenalkan Kong Kong blusher dalam bentuk cair dengan konsep buildable atau dapat dilapis sesuai kebutuhan.
"Pendekatan ini membuat pengguna mendapatkan warna pipi yang lebih halus dan menyatu dengan kulit tanpa kesan menumpuk dengan hasil akhir segar tanpa terlihat berlebihan," katanya, Senin (4/5/2026).
Dijelaskan, apalagi Indonesia dengan iklim tropis di Indonesia juga memengaruhi daya tahan riasan. Suhu panas dan kelembaban tinggi membuat riasan mudah bergeser dan pudar. Sehingga konsumen semakin selektif dalam memilih produk yang praktis dan tahan lama.
"Berbeda dari blusher konvensional yang langsung pop up warnanya di kulit, produk ini diformulasikan dengan teknologi yang menyatu dengan kulit, menciptakan efek kulit tampak seperti bersinar alami dari dalam, seamless, buildable, dan flawless tanpa effort berlebih," terang Zahrah.
Menurut dia, dengan meningkatnya popularitas tren natural dengan gaya riasan yang menonjolkan tekstur kulit asli dengan sentuhan minimal. Tampilan ini lebih sesuai untuk aktivitas sehari-hari, terutama bagi masyarakat urban yang menginginkan hasil praktis namun tetap segar.
"Hal ini pun membuat teknik penggunaan makeup juga ikut berkembang. Beberapa metode yang populer di Asia, seperti draping, menggunakan blush untuk memberi dimensi wajah hingga penggunaan produk multifungsi untuk menyamarkan warna kulit, semakin diminati karena lebih efisien," imbuhnya.
Editor : Elva Setyaningrum