Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Tren Perawatan Regeneratif Meningkat, Ahli Dermatologi Dorong Terapi Berbasis Sains
Advertisement . Scroll to see content

Anak 10 Tahun di Tegal Hadapi Risiko Diabetes dan Diare, Cerminan Krisis Kesehatan RI

Senin, 04 Mei 2026 | 09:27 WIB
  • author Denny Pohan
Anak 10 Tahun di Tegal Hadapi Risiko Diabetes dan Diare, Cerminan Krisis Kesehatan RI
Cek gula darah secara rutin, langkah mencegah dan mengendalikan diabetes sejak dini. (Foto: Istimewa)

JAKARTA, iNewsTangsel.id - Kisah seorang anak bernama Bunga (10) dari Tegal, Jawa Tengah, menjadi potret nyata tantangan kesehatan ganda di Indonesia yang masih luput dari perhatian. Di usia muda, ia menghadapi risiko diabetes yang tak terdeteksi sekaligus diare berulang akibat sanitasi lingkungan yang buruk.

Bunga diketahui sempat memiliki kadar gula darah tinggi saat berusia sembilan tahun. Namun, tidak ada pemeriksaan lanjutan maupun diagnosis medis yang memastikan kondisinya. Di sisi lain, ia kerap mengalami diare hingga dehidrasi karena penggunaan air sumur yang tercemar serta kebiasaan hidup bersih yang belum optimal.

Pakar kebijakan kesehatan dari Network for Advancing Development and Innovation in Health (NADI), Dr. Widyaretna Buenastuti, menyebut kondisi ini mencerminkan masalah sistemik. “Bunga bukan hanya satu kasus. Ia mencerminkan sistem di mana risiko kesehatan terus terakumulasi tanpa deteksi dini dan pencegahan yang efektif,” ujarnya dalam keterangan, Senin (4/5/2026).

Data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 menunjukkan tantangan serupa terjadi secara luas. Sebanyak 11,7% orang dewasa mengalami diabetes berdasarkan pemeriksaan gula darah, namun banyak yang tidak menyadarinya. Sementara itu, 5,2% anak usia 1–4 tahun masih mengalami diare, dan lebih dari separuh masyarakat belum menerapkan cuci tangan dengan benar.

Masalah ini diperparah dengan rendahnya kebiasaan pemeriksaan kesehatan. Tercatat, 66,4% orang dewasa tidak pernah memeriksa kadar gula darah mereka, sehingga risiko penyakit kronis kerap terlambat ditangani.

Editor: Hasiholan Siahaan

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut