Penyakit Tidak Menular pada Anak Meningkat, Pentingnya Deteksi Dini
JAKARTA, iNewsTangsel.id - Kasus penyakit tidak menular (PTM) pada anak, seperti diabetes, gangguan hormon, dan kelainan genetik, terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Bahkan, kerap luput dari perhatian orang tua sehingga banyak kasus baru terdeteksi ketika sudah memasuki tahap lanjut.
Dokter Spesialis Anak Subspesialis Endokrinologi, Prof. dr. Aman Bhakti Pulungan, mengungkapkan, rendahnya kesadaran orang tua menjadi salah satu faktor utama keterlambatan diagnosis. Karena banyak orang tua mengira anak tidak mungkin berisiko mengalami penyakit yang selama ini identik dengan orang dewasa, seperti diabetes atau gangguan hormon.
"Akibatnya, anak baru dibawa berobat saat kondisinya sudah cukup serius,” kata Prof. Aman yang juga owner Klinik AP&AP Pediatric, Growth & Diabetes Center, saat merayakan HUT klinik tersebut ke-12, Selasa (5/5/2026).
Padahal, lanjutnya, sejumlah tanda awal sering kali sudah terlihat, seperti pertumbuhan yang terhambat, berat badan berlebih atau obesitas, hingga gangguan pubertas. Namun, gejala tersebut kerap dianggap sebagai variasi normal dalam tumbuh kembang anak.
"Untuk memastikan diagnosis, diperlukan pemeriksaan menyeluruh, meliputi evaluasi klinis, pemeriksaan laboratorium, hingga tes lanjutan seperti pemeriksaan antibodi dan genetik," imbuhnya.
Menurut dia, pendekatan ini penting untuk membedakan apakah keluhan anak disebabkan oleh faktor hormonal, metabolik, atau genetik. Selain itu, penanganan yang tepat sejak dini dapat mencegah komplikasi jangka panjang.
"Pada kasus tertentu, terapi hormon diperlukan untuk membantu pertumbuhan anak. Sedangkan, pada diabetes diperlukan pengelolaan kadar gula darah secara rutin dan berkelanjutan," ungkap Prof. Aman.
Ia menambahkan, layanan yang diberikan di kliniknya tidak hanya berfokus pada pengobatan, tapi juga edukasi kepada orang tua. Banyak orang tua baru membawa anak ke rumah sakit, setelah anaknya sakit. Padahal pemantauan tumbuh kembang sejak dini yang dilakukan secara berkala sangat penting untuk mencegah kondisi yang lebih serius.
“Beberapa kondisi sebenarnya bisa dicegah atau dideteksi lebih awal. Edukasi mengenai pola makan sehat, aktivitas fisik, serta pemeriksaan kesehatan rutin menjadi langkah awal dalam pencegahan sehingga orang tua bisa lebih peka terhadap perubahan pada anak,” tegas Prof. Aman.
Diakui, dalam praktiknya, keberadaan klinik ini juga berupaya menekan masyarakat untuk berobat ke luar negeri. Karena layanan yang disediakan sudah setara, baik dari sisi prosedur maupun standar operasional. Pasien yang datang pun tidak hanya dari wilayah perkotaan, tetapi juga dari berbagai daerah di Indonesia.
"Fasilitas layanan kesehatan di dalam negeri kini semakin berkembang dengan menyediakan pemeriksaan dan terapi yang setara dengan standar internasional. Kami juga berkolaborasi dengan program pemerintah, termasuk dalam upaya peningkatan cakupan imunisasi dan penanganan penyakit kronis pada anak," tutup Prof. Aman.
Editor : Elva Setyaningrum