get app
inews
Aa Text
Read Next : Biodiesel B40–B49 Dorong Nilai Tambah Sawit Rp90 Triliun di Indonesia

Data Terbaru: 9 Provinsi Kuasai 86,8 Persen Produksi Kelapa Sawit Nasional

Rabu, 06 Mei 2026 | 14:44 WIB
header img
Data Kementerian Pertanian Republik Indonesia menunjukkan terdapat sembilan provinsi sentra kelapa sawit yang menyumbang sekitar 86,80 persen dari total produksi nasional. Foto Ire

JAKARTA, iNewsTangsel.id - Produksi kelapa sawit Indonesia pada 2024 mencapai 47,47 juta ton dalam bentuk minyak sawit, atau naik 0,83 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Capaian ini menegaskan posisi Indonesia sebagai produsen utama global sekaligus memperkuat peran strategis sektor sawit dalam menopang ekonomi nasional dan ketahanan energi.

Data Kementerian Pertanian Republik Indonesia menunjukkan terdapat sembilan provinsi sentra kelapa sawit yang menyumbang sekitar 86,80 persen dari total produksi nasional sepanjang periode 2020–2024. Konsentrasi produksi di wilayah-wilayah utama ini menjadi penopang utama stabilitas pasokan sekaligus membuka peluang pengembangan industri berbasis daerah.

Selain produksi hulu, penguatan sektor hilir terus didorong melalui pengembangan berbagai produk turunan kelapa sawit, mulai dari pangan olahan, oleokimia, hingga bioenergi seperti biodiesel. Diversifikasi ini dinilai penting untuk meningkatkan nilai tambah di dalam negeri serta memperluas lapangan kerja dan investasi industri.

Isu tersebut menjadi salah satu fokus dalam PALMEX Jakarta 2026 yang digelar di Jakarta. CEO Fireworks Trade Media Group, Kenny Yong, mengatakan transformasi digital menjadi kunci untuk meningkatkan efisiensi dan daya saing industri sawit Indonesia di pasar global. “Digitalisasi telah mengubah cara industri beroperasi. Melalui PALMEX, kami ingin mempercepat adopsi teknologi agar pelaku industri dapat meningkatkan produktivitas sekaligus menjaga keberlanjutan,” ujarnya, Rabu (6/5/2026).

Ia menambahkan, pameran ini juga menjadi wadah strategis untuk mempertemukan pelaku industri dari seluruh rantai nilai, mulai dari perkebunan hingga sektor hilir, guna mencari solusi inovatif yang dapat diterapkan secara langsung di lapangan.

Editor : Hasiholan Siahaan

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut