Korban Banjir Sumut Dapat Fasilitas Sanitasi Layak, Warga Kini Tak Lagi Kesulitan Air
JAKARTA, iNewsTangsel - Warga di pelosok Aceh dan Sumatera Utara kini dapat bernapas lega setelah akses air bersih yang sempat terputus akibat banjir bandang mulai kembali mengalir ke pemukiman mereka. Pembangunan infrastruktur krusial seperti sumur bor dan sistem pipanisasi ini menjadi oase di tengah trauma bencana yang sempat melumpuhkan aktivitas harian masyarakat di wilayah terpencil.
Kehadiran fasilitas sanitasi dan MCK yang layak di titik-titik terdampak diharapkan mampu memulihkan standar kesehatan lingkungan dan mencegah penyebaran penyakit pascabencana. Langkah nyata ini merupakan bentuk kepedulian mendalam PT Jakarta International Container Terminal (JICT) untuk memastikan warga di daerah dengan akses terbatas tetap mendapatkan hak dasar mereka demi masa depan yang lebih sehat.
Komitmen kemanusiaan ditunjukkan dengan membangun fasilitas air bersih dan sanitasi di wilayah terdampak banjir bandang di Aceh serta Sumatera Utara. Program ini secara khusus menjangkau desa-desa terpencil di Tapanuli Selatan, Gayo Lues, dan Aceh Timur yang sempat terisolasi akibat bencana longsor.
Direksi JICT bahkan harus menggunakan pesawat perintis dan menempuh jalur darat ekstrem selama lima hari untuk memastikan bantuan sampai ke titik yang paling sulit dijangkau. Kehadiran jajaran pimpinan ini bertujuan untuk memverifikasi secara langsung kebutuhan riil masyarakat yang kehilangan akses infrastruktur dasar.
"Fokus kami adalah memastikan masyarakat dapat kembali mengakses kebutuhan dasar seperti air bersih, yang menjadi fondasi utama pemulihan kesehatan pascabencana," ujar Direktur Administrasi JICT, Henry Naldi, dalam keterangannya, Minggu (10/5/2026).
Editor: Aris