Korban Banjir Sumut Dapat Fasilitas Sanitasi Layak, Warga Kini Tak Lagi Kesulitan Air
Ia menekankan bahwa ketersediaan sanitasi yang layak adalah langkah krusial agar aktivitas sehari-hari warga dapat kembali normal secepat mungkin.
Di wilayah Garoga, Tapanuli Selatan, tim memfokuskan bantuan pada pembangunan fasilitas MCK serta sarana pendukung di tempat ibadah sebagai pusat aktivitas sosial warga. Langkah ini diambil karena fasilitas umum di wilayah tersebut mengalami kerusakan parah sehingga menghambat pemenuhan kebutuhan sanitasi masyarakat setempat.
Sementara itu, pembangunan sumur bor dan sistem pipanisasi dilakukan secara intensif di wilayah Blangkejeren serta Penomon, Kabupaten Gayo Lues. Infrastruktur ini dirancang untuk memastikan ketersediaan air bersih yang berkelanjutan bagi warga yang sumber air utamanya sempat tercemar material banjir.
Untuk wilayah Aceh Timur, tim JICT memberikan prioritas pada pembangunan fasilitas MCK guna mendukung kesehatan lingkungan dan mencegah penyebaran penyakit pascabencana. Seluruh proses pembangunan melibatkan kolaborasi erat dengan PMI serta pemerintah daerah setempat agar fasilitas yang ada dapat dipelihara dengan baik.
Henry Naldi menambahkan bahwa keterlibatan perusahaan dalam pemulihan ini merupakan bagian dari tanggung jawab sosial dalam mendukung ketahanan masyarakat nasional. "Pemulihan bencana tidak hanya butuh bantuan jangka pendek, tapi juga infrastruktur dasar yang dapat digunakan secara berkelanjutan," tegas Henry.
Sebagai operator terminal peti kemas utama, JICT berkomitmen untuk terus mendorong program sosial yang berorientasi pada dampak jangka panjang bagi masyarakat luas. Dengan selesainya proyek ini, diharapkan warga di pelosok Aceh dan Sumatera Utara dapat bangkit kembali dengan kondisi kesehatan yang lebih terjaga.
Editor: Aris