get app
inews
Aa Text
Read Next : Lewat Video Viral di Polres Tangsel, Kepala SMK Letris 2 Pamulang Nyatakan Mundur dari Jabatan

Dugaan Child Grooming Gegerkan Tangsel, Yayasan Letris Copot Permanen Kepala Sekolah Usai Viral

Senin, 18 Mei 2026 | 09:14 WIB
header img
SMK Letris Pamulang Tangsel. [Foto: ist]

PAMULANG, iNewsTangsel — Gelombang kemarahan publik atas dugaan kasus child grooming yang menyeret nama Kepala SMK Letris Indonesia Pamulang akhirnya memaksa yayasan mengambil langkah drastis. 

Yayasan Leo Sutrisno resmi memutus afiliasi secara permanen terhadap sosok yang diduga terlibat dalam kasus yang mengguncang dunia pendidikan Kota Tangerang Selatan (Tangsel) tersebut.

Keputusan itu diumumkan melalui pernyataan resmi yayasan tertanggal 16 Mei 2026, di tengah derasnya sorotan masyarakat dan viralnya dugaan hubungan tak pantas antara oknum kepala sekolah dengan sejumlah siswi.

“Per hari ini Yayasan secara resmi menetapkan bahwa yang bersangkutan tidak lagi terafiliasi dengan LETRIS secara permanen,” demikian isi pernyataan resmi yayasan seperti dikutip iNewsTangsel, Minggu (17/5/2026).

Tak hanya itu, pihak yayasan juga menyampaikan permohonan maaf kepada orang tua siswa, peserta didik, dan masyarakat luas atas kegaduhan yang terjadi akibat mencuatnya kasus tersebut ke ruang publik.

Kasus ini menjadi perhatian luas setelah media sosial diramaikan dengan berbagai dugaan praktik child grooming yang diduga dilakukan oleh sosok kepala sekolah yang telah beristri dan memiliki anak. Ia disebut melakukan pendekatan emosional hingga diduga menjalin hubungan dengan sejumlah siswi di lingkungan sekolah.

Publik pun bereaksi keras. Banyak pihak menilai dugaan tersebut bukan sekadar persoalan etik, melainkan ancaman serius terhadap keamanan anak di lingkungan pendidikan. Relasi kuasa antara tenaga pendidik dan siswa dinilai membuka ruang manipulasi psikologis yang berbahaya bila benar terjadi.

Di tengah tekanan publik yang terus membesar, langkah yayasan mencopot permanen yang bersangkutan dinilai sebagai upaya penyelamatan nama institusi sekaligus bentuk respons atas krisis kepercayaan masyarakat.

Namun sorotan kini tidak hanya tertuju pada yayasan dan sekolah. Publik juga mulai mempertanyakan langkah aparat penegak hukum yang hingga kini dinilai belum memberikan penjelasan terbuka terkait perkembangan penanganan dugaan kasus tersebut.

Padahal, kasus yang menyangkut dugaan eksploitasi dan perlindungan anak dinilai membutuhkan respons cepat, transparan, dan berpihak pada korban.

Yayasan Leo Sutrisno dalam pernyataannya menegaskan komitmennya menjaga lingkungan belajar yang aman, profesional, dan kondusif bagi seluruh keluarga besar Letris. Meski begitu, kemarahan publik tampaknya belum mereda.

Di media sosial, desakan agar kasus ini diusut tuntas terus bermunculan. Banyak warganet meminta aparat tidak berhenti pada polemik viral semata, tetapi benar-benar mendalami dugaan yang telah mencoreng dunia pendidikan tersebut.

Editor : Aris

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut