Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Nilai Transaksi Tembus Rp2,2 Triliun, Inabuyer 2026 Perluas Pasar UMKM
Advertisement . Scroll to see content

Tangsel Putar Haluan, Bansos Bukan Lagi Andalan

Rabu, 30 September 2026 | 11:13 WIB
  • author Doni Marhendro
Tangsel Putar Haluan, Bansos Bukan Lagi Andalan
Wali Kota Tangerang Selatan, Benyamin Davnie. Foto: Dokumen iNews/Doni Marhendro.

CIPUTAT, iNewsTangsel – Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel) mulai mengubah cara melawan kemiskinan. Bansos tetap berjalan, tetapi pemerintah kini mendorong warga miskin agar tidak terus bergantung pada bantuan.

Strategi baru diarahkan pada penguatan keterampilan, pemberdayaan ekonomi, hingga penciptaan sumber penghasilan bagi keluarga miskin.

Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie mengatakan, penanganan kemiskinan tidak cukup hanya dengan memberikan bantuan. Menurutnya, masyarakat juga membutuhkan keterampilan dan pendampingan agar mampu meningkatkan kondisi ekonominya.

“Selain bantuan sosial, kita tingkatkan pelatihan kerja. Bukan cuma permodalan, tapi pendampingan yang dibutuhkan masyarakat miskin supaya mereka bisa bergerak di sektor ekonomi kreatif,” ujar Benyamin, Rabu (30/9/2026).

Salah satu sasaran program tersebut adalah pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Mereka didorong tidak hanya mendapatkan akses permodalan, tetapi juga meningkatkan kemampuan mengemas produk dan memasarkannya secara digital.

Pemkot Tangsel juga menyasar kalangan pemuda di tingkat kelurahan. Pelatihan pembuatan konten digital diberikan untuk membuka peluang usaha sekaligus mendorong pemanfaatan ekonomi berbasis teknologi.

Di sisi lain, pemerintah memperkuat pendataan warga agar program pengentasan kemiskinan tidak salah sasaran.

Pemkot menggunakan aplikasi Data Rakyat Tangerang Selatan (Datara) untuk memetakan kondisi sosial dan ekonomi masyarakat. Data tersebut menjadi salah satu rujukan dalam menjalankan program pemenuhan kebutuhan dasar.

Program itu antara lain perbaikan Rumah Umum Tidak Layak Huni (RUTLH) dan penataan kawasan kumuh.

Penanganan kemiskinan juga menyasar sektor kesehatan. Pemkot Tangsel menjalankan intervensi gizi untuk mencegah tengkes atau stunting, terutama bagi ibu hamil dan balita dari keluarga prasejahtera.

Dengan pola tersebut, Pemkot Tangsel mengarahkan penanganan kemiskinan tidak berhenti pada bantuan jangka pendek. Warga juga didorong memiliki keterampilan, usaha, dan sumber penghasilan agar dapat meningkatkan kemandirian ekonomi secara bertahap.

Editor: Doni Marhendro

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut