Risiko Kematian Tinggi, Dokter Ungkap Pentingnya Penanganan Cepat Diseksi Aorta
SERPONG, iNewsTangsel.id - Penanganan penyakit aorta kompleks kini menuntut kecepatan respons dan kesiapan sistem layanan kesehatan secara menyeluruh, bukan hanya kemampuan individu tenaga medis. Pentingnya pendekatan terintegrasi untuk menekan angka kematian akibat kondisi kardiovaskular mematikan ini.
Dokter Spesialis Bedah Toraks, Kardiak & Vaskular Siloam Hospitals Lippo Village, dr. Dicky Aligheri Wartono, menyebutkan bahwa kasus seperti acute aortic dissection termasuk kondisi darurat dengan risiko fatal tinggi jika terlambat ditangani. Dalam 24–48 jam pertama, risiko kematian dapat meningkat hingga 1–2 persen setiap jam tanpa intervensi cepat.
“Penanganan aorta tidak bisa parsial. Harus ada koordinasi cepat dari IGD, radiologi, tim bedah, anestesi, ICU hingga rehabilitasi dalam satu sistem terpadu,” ujar dr. Dicky di Tangerang, Rabu (20/5/2026).
Ia menjelaskan, tantangan penanganan aorta di Indonesia masih cukup besar. Dari ribuan rumah sakit yang ada, hanya sebagian kecil yang memiliki fasilitas dan tim lengkap untuk menangani kasus aorta kompleks dengan tingkat kesulitan tinggi.
Seiring meningkatnya kasus aneurisma dan sindrom aorta akut, rumah sakit dituntut memperkuat teknologi medis serta kolaborasi multidisiplin. Pendekatan ini dinilai menjadi kunci untuk meningkatkan peluang keselamatan pasien sekaligus menjawab kebutuhan layanan kesehatan modern yang semakin kompleks.
Editor : Hasiholan Siahaan