Transportasi Jabodetabek Belum Terintegrasi, Ini Dampaknya bagi 1,5 Juta Komuter
JAKARTA, iNewsTangsel.id - Lebih dari 1,5 juta perjalanan komuter dari wilayah Bodetabek menuju Jakarta setiap hari mendorong kebutuhan mendesak integrasi sistem transportasi di kawasan aglomerasi.
Fragmentasi pengelolaan lintas wilayah dinilai menjadi hambatan utama dalam meningkatkan layanan publik.
Hal ini mengemuka dalam forum diskusi yang digelar ITDP Indonesia bersama ViriyaENB di Jakarta. Forum tersebut menjadi bagian dari proyek pengembangan transportasi rendah emisi di Jabodetabek.
Direktur Kemitraan Infrastruktur Bappenas, Taufiq Hidayat Putra, menegaskan tingginya mobilitas komuter membutuhkan sistem transportasi yang terintegrasi lintas wilayah. “Diperlukan sinkronisasi perencanaan dan layanan agar transportasi lebih terhubung dan berkualitas,” ujarnya, Kamis (28/5/2026).
Pemerintah Provinsi Jakarta juga menilai integrasi kelembagaan bukan lagi pilihan. Perwakilan Dinas Perhubungan DKI menyebut mobilitas warga sudah melampaui batas administratif, sehingga perlu sistem terpadu yang mampu mengurai kemacetan dan menekan emisi.
Sementara itu, Direktur Asia Tenggara ITDP, Gonggomtua Sitanggang, menyebut forum ini sebagai langkah awal menuju integrasi kelembagaan transportasi. “Ke depan, diperlukan model transportasi berbasis data untuk mendukung kebijakan yang lebih akurat dan berkelanjutan,” katanya.
Editor : Hasiholan Siahaan