Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Bukan Cuma Kemacetan, Ini Masalah Besar di Balik Integrasi Transportasi Jabodetabek
Advertisement . Scroll to see content

Transportasi Jabodetabek Belum Terintegrasi, Ini Dampaknya bagi 1,5 Juta Komuter

Kamis, 28 Mei 2026 | 14:17 WIB
  • author Denny Pohan
Transportasi Jabodetabek Belum Terintegrasi, Ini Dampaknya bagi 1,5 Juta Komuter
Lebih dari 1,5 juta perjalanan komuter dari wilayah Bodetabek menuju Jakarta setiap harinya. Foto ist

JAKARTA, iNewsTangsel.id - Lebih dari 1,5 juta perjalanan komuter dari wilayah Bodetabek menuju Jakarta setiap hari mendorong kebutuhan mendesak integrasi sistem transportasi di kawasan aglomerasi.

Fragmentasi pengelolaan lintas wilayah dinilai menjadi hambatan utama dalam meningkatkan layanan publik.
Hal ini mengemuka dalam forum diskusi yang digelar ITDP Indonesia bersama ViriyaENB di Jakarta. Forum tersebut menjadi bagian dari proyek pengembangan transportasi rendah emisi di Jabodetabek.

Direktur Kemitraan Infrastruktur Bappenas, Taufiq Hidayat Putra, menegaskan tingginya mobilitas komuter membutuhkan sistem transportasi yang terintegrasi lintas wilayah. “Diperlukan sinkronisasi perencanaan dan layanan agar transportasi lebih terhubung dan berkualitas,” ujarnya, Kamis (28/5/2026).

Pemerintah Provinsi Jakarta juga menilai integrasi kelembagaan bukan lagi pilihan. Perwakilan Dinas Perhubungan DKI menyebut mobilitas warga sudah melampaui batas administratif, sehingga perlu sistem terpadu yang mampu mengurai kemacetan dan menekan emisi.

Sementara itu, Direktur Asia Tenggara ITDP, Gonggomtua Sitanggang, menyebut forum ini sebagai langkah awal menuju integrasi kelembagaan transportasi. “Ke depan, diperlukan model transportasi berbasis data untuk mendukung kebijakan yang lebih akurat dan berkelanjutan,” katanya.

Editor: Hasiholan Siahaan

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut