149 Karya Penelitian Siswa Asal Indonesia Timur Dipamerkan di Tangerang
TANGERANG, iNewsTangsel - Sebanyak 149 karya penelitian hasil inovasi peserta didik asal Indonesia Timur dipamerkan dalam GenIUS Expo (GExpo) 2026. Kegiatan yang berlangsung pada 8 hingga 12 Juni 2026 ini menjadi ajang unjuk kemampuan siswa asal Indonesia Timur dalam menghadirkan solusi berbasis riset untuk berbagai persoalan di daerahnya.
Memasuki penyelenggaraan tahun kedelapan, GExpo menjadi wadah bagi para siswa untuk mempresentasikan hasil penelitian, inovasi, serta gagasan yang lahir dari potensi dan tantangan di wilayah asal mereka.
Beragam penelitian yang dipamerkan di Sekolah Generasi Indonesia Jaya untuk Semua (GenIUS), Karawaci, Kabupaten Tangerang mengangkat isu yang dekat dengan kehidupan masyarakat, mulai dari sektor pertanian, kesehatan, lingkungan, energi terbarukan hingga ekonomi. Seluruh karya tersebut menunjukkan kemampuan generasi muda Indonesia Timur dalam menghasilkan penelitian yang aplikatif dan berdampak bagi masyarakat.
Salah satu penelitian yang menarik perhatian berasal dari Jerekia Bagau, siswa asal Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah. Ia meneliti kandungan kafein Kopi Arabika Menebega untuk menghadirkan data ilmiah yang dapat mendukung daya saing kopi lokal sekaligus memperkaya informasi mengenai kualitas komoditas unggulan daerah tersebut.
Di bidang kesehatan, penelitian dilakukan oleh Nikson Oropka dari Kabupaten Pegunungan Bintang, Arenst Kafiar dari Kabupaten Boven Digoel, dan Linus Walam dari Kabupaten Pegunungan Bintang. Mereka mengkaji kandungan senyawa aktif tanaman Tali Kuning (Arcangelisia flava) yang selama ini dikenal masyarakat Papua sebagai tanaman obat tradisional.
Perhatian terhadap isu lingkungan ditunjukkan melalui karya Arsi Rosita Lorensi Sofianti asal Kabupaten Boven Digoel yang mengembangkan alat pencacah dan pengaduk sampah organik skala mini.
"Alat ini untuk membantu pengolahan limbah organik di lingkungan asrama kami menjadi kompos yang lebih bermanfaat," ujar Arsi, dalam keterangannya, Kamis (11/6/2026).
Sementara itu, Henry Gabriel Modouw dan Gerald Christopher Andrey Asya Awi dari Kota Jayapura meneliti pemanfaatan limbah kulit buah matoa sebagai sumber energi terbarukan melalui sistem termoelektrik generator. Penelitian tersebut mencoba mengubah limbah organik yang selama ini kurang dimanfaatkan menjadi sumber energi alternatif yang bernilai ekonomis.
Dari sektor ekonomi, Hucein Jultikara Rumonin asal Kota Ambon melakukan penelitian mengenai sektor-sektor unggulan di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sorong. Kajian tersebut bertujuan mengidentifikasi peluang pengembangan ekonomi yang dapat mendorong pertumbuhan kawasan timur Indonesia secara berkelanjutan.
Melalui 149 penelitian yang dipamerkan, GExpo 2026 ingin menunjukkan bahwa siswa Indonesia Timur memiliki kapasitas besar dalam menghasilkan inovasi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat. Sekolah GenIUS yang telah berdiri lebih dari 12 tahun juga terus berkomitmen mendampingi para peserta didik berbasis riset hingga berhasil melanjutkan pendidikan ke berbagai perguruan tinggi dalam dan luar negeri melalui program beasiswa penuh.
Editor : Aris