get app
inews
Aa Text
Read Next : Tekanan Kerja dan Kurang Tidur Picu Gangguan Kesehatan Mental Generasi Muda

Waspada Anemia! Dokter Ungkap Penyebab Perempuan Lebih Rentan Alami Kekurangan Darah

Senin, 15 Juni 2026 | 10:26 WIB
header img
Perempuan rentan alami anemia, kenali gejala, penyebab, serta cara mencegah anemia sejak dini. [Foto: ist]

JAKARTA, iNewsTangsel – Ancaman anemia masih menjadi persoalan kesehatan yang perlu mendapat perhatian serius, khususnya bagi kalangan perempuan. Remaja putri hingga ibu hamil diketahui memiliki risiko lebih tinggi mengalami kondisi kekurangan sel darah merah yang dapat berdampak pada produktivitas dan kualitas hidup sehari-hari.

Berdasarkan data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 yang dirilis Kementerian Kesehatan, prevalensi anemia pada remaja usia 15 hingga 24 tahun mencapai 15,5 persen. Angka tersebut menunjukkan bahwa sekitar satu dari enam remaja di Indonesia mengalami anemia dengan berbagai tingkat keparahan.

Sementara itu, kondisi yang sama juga ditemukan pada kelompok ibu hamil dengan angka yang jauh lebih tinggi. Data menunjukkan prevalensi anemia pada ibu hamil mencapai 27,7 persen, sehingga menjadi salah satu masalah kesehatan yang perlu diwaspadai.

Terkait hal tersebut, dokter dari Rumah Sakit Siloam Purwakarta, dr. Ricky Purnomo, menjelaskan bahwa perempuan memang memiliki kerentanan lebih besar terhadap anemia dibandingkan laki-laki. Faktor biologis menjadi penyebab utama tingginya risiko tersebut, terutama akibat kehilangan darah secara rutin saat menstruasi.

“Benar. Secara umum perempuan memang memiliki risiko lebih tinggi mengalami anemia dibandingkan laki-laki. Penyebab utamanya adalah kehilangan darah secara rutin saat menstruasi,” ujar dr. Ricky Purnomo dalam, Minggu (14/6/2026).

Selain menstruasi, kebutuhan zat besi perempuan juga meningkat signifikan ketika memasuki masa kehamilan dan menyusui. Kondisi tersebut membuat tubuh membutuhkan asupan zat besi yang lebih banyak untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan janin maupun bayi.

“Selain itu, kebutuhan zat besi pada perempuan meningkat pada masa kehamilan dan menyusui karena tubuh harus mendukung pertumbuhan dan perkembangan janin maupun bayi,” lanjut dr. Ricky. Ia menegaskan bahwa kurangnya asupan zat besi dapat menyebabkan produksi hemoglobin tidak berjalan optimal.

Menurutnya, penurunan cadangan zat besi dalam tubuh akan memicu terjadinya anemia apabila tidak segera diatasi. Karena itu, remaja putri dan ibu hamil menjadi kelompok yang perlu lebih memperhatikan kondisi kesehatan serta kecukupan nutrisi hariannya.

“Apabila asupan zat besi tidak mencukupi atau kehilangan darah cukup banyak, cadangan zat besi dalam tubuh dapat menurun dan akhirnya menyebabkan anemia. Karena itu, perempuan, terutama remaja putri dan ibu hamil, termasuk kelompok yang perlu lebih memperhatikan status zat besinya,” jelasnya.

Dr. Ricky mengungkapkan bahwa gejala anemia sering kali dianggap sepele karena muncul secara bertahap. Beberapa tanda yang umum dirasakan antara lain mudah lelah, tubuh lemas, wajah pucat, sering pusing, sulit berkonsentrasi, jantung berdebar, hingga sesak saat beraktivitas.

Untuk mencegah anemia, masyarakat disarankan menerapkan pola makan bergizi seimbang yang kaya zat besi. Konsumsi daging merah tanpa lemak, hati, ikan, telur, serta sayuran hijau seperti bayam dapat membantu memenuhi kebutuhan zat besi harian sekaligus menjaga kesehatan tubuh.

Selain itu, masyarakat juga diimbau menghindari kebiasaan mengonsumsi teh atau kopi bersamaan dengan waktu makan karena dapat menghambat penyerapan zat besi. Edukasi mengenai bahaya anemia ini disampaikan dalam seminar kesehatan di Helens Night Mart Karangsari, Bandung. Kegiatan tersebut juga menghadirkan pemeriksaan kesehatan gratis yang diinisiasi Holywings Peduli dan diikuti ratusan warga Kelurahan Pasteur, Bandung. 
 

Editor : Aris

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut