Jaga Kualitas Kredit di Bawah Batas OJK, Kinerja Bank Swasta Terbukti Solid
BINTARO, iNewsTangsel - Perjalanan panjang selama lebih dari dua dekade di industri keuangan mikro tanah air berhasil dibuktikan dengan raihan performa neraca keuangan yang sangat impresif. Di tengah ketatnya persaingan dengan bank umum dan platform digital, lembaga keuangan ini justru semakin menancapkan taji bisnisnya di pasar lokal.
Akselerasi ekspansi yang sehat tersebut dirayakan dalam sebuah momentum penuh rasa syukur di kantor operasional Universal BPR di kawasan Bintaro, Tangerang Selatan baru-baru ini. Seluruh jajaran manajemen berkumpul untuk merefleksikan hasil kerja keras tim yang berdampak langsung pada penguatan fondasi komersial perusahaan.
"Apa yang kita raih hingga saat ini merupakan hasil kontribusi dan kolaborasi seluruh pihak," tutur Komisaris Utama Universal BPR, Kaman Siboro, dalam keterangannya, Jumat (19/6/2026).
Kaman juga mengingatkan segenap jajaran staf untuk terus mempertahankan nilai integritas demi menjaga kepercayaan nasabah yang menjadi motor penggerak utama bisnis. Pondasi nilai moral tersebut terbukti ampuh dalam mengawal penyaluran modal kerja yang ekspansif namun tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian yang ketat. Alhasil, emiten perbankan ini mampu menekan laju pembiayaan bermasalah jauh di bawah ambang batas yang ditetapkan oleh otoritas pengawas.
Efektivitas tata kelola dana pihak ketiga ini tecermin nyata pada laporan profitabilitas akhir tahun yang mencatatkan tingkat pengembalian modal sangat tinggi. Kemampuan dalam menghasilkan laba bersih puluhan miliar rupiah mempertegas posisi korporasi sebagai salah satu pemain paling sehat di kelasnya.
Keberhasilan finansial tersebut diharapkan mampu mengobarkan kembali semangat sinergi kelompok dalam menyongsong tantangan ekonomi makro yang dinamis. Berbekal likuiditas yang tebal, korporasi kini bersiap merilis aneka varian produk simpanan serta pembiayaan yang jauh lebih fleksibel bagi pelaku usaha.
Berdasarkan laporankeuangan per 31 Desember 2025, Universal BPR membukukan total aset sebesar Rp2,3 triliun dan laba bersih sebesar Rp36 miliar. Rasio kredit bermasalah (NPL Gross) tercatat sebesar 3,93%, berada di bawah batas maksimum 5% yang ditetapkan regulator, sehingga mencerminkan kualitas kredit yang tetap terjaga. Di sisi profitabilitas, ROE sebesar 19,4% menunjukkan kemampuan perusahaan dalam mengelola modal secara efektif dan menghasilkan kinerja yang solid.
Universal BPR terus berkomitmen menghadirkan layanan perbankan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Langkah inovasi ini diambil guna memperluas jangkauan pasar sekaligus membantu menaikkan kelas sektor usaha mikro di kawasan penyangga ibu kota.
Editor : Aris