get app
inews
Aa Text
Read Next : Atasi Krisis Mental dan Pergaulan Bebas, Pemkot Tangsel Gandeng Sekolah Dorong Literasi Digital

‎Penguatan Karakter dan Literasi Digital Jadi Bekal Anak di Era Teknologi

Senin, 31 Agustus 2026 | 14:55 WIB
header img
Wakil Bupati Tangerang Intan Nurul Hikmah saat membuka Workshop Penguatan Karakter Anak, Literasi Digital, dan Parenting. (Foto: Istimewa)

TANGERANG, iNewsTangsel.id -Penguatan karakter anak di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital dinilai perlu menjadi perhatian bersama. Orang tua, sekolah, pemerintah, dan masyarakat memiliki peran penting dalam memastikan anak mampu memanfaatkan teknologi secara positif tanpa kehilangan karakter dan kesantunan dalam kehidupan sehari-hari.

‎Hal tersebut disampaikan Wakil Bupati Tangerang Intan Nurul Hikmah saat membuka Workshop Penguatan Karakter Anak, Literasi Digital, dan Parenting di Aula Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kabupaten Tangerang, Senin (31/8/2026).

Intan mengatakan, perkembangan teknologi membawa dua sisi yang perlu disikapi secara bijak. Di satu sisi, teknologi dapat menjadi sarana pembelajaran yang membantu anak mengembangkan pengetahuan dan kemampuan berpikir kritis. Namun, di sisi lain, penggunaan teknologi tanpa pendampingan dapat menghadirkan berbagai tantangan bagi tumbuh kembang dan pembentukan karakter anak.

‎"Karena itu, penerapan pola asuh positif atau positive parenting serta penguatan literasi digital perlu terus dilakukan, terutama bagi anak-anak yang tumbuh sebagai Generasi Z dan Generasi Alfa. Sehingga pola pengasuhan yang positif atau positive parenting dan literasi digital sangat penting dan perlu terus diperkuat di era digital. Pengasuhan kaku atau serba melarang sudah tidak relevan lagi,” ujar Intan.

‎Ia mendorong orang tua untuk membangun komunikasi yang terbuka dengan anak dengan menjadi teman berdiskusi sekaligus pembimbing yang bijak. Meski demikian, pengawasan terhadap penggunaan gawai dan konten digital tetap diperlukan untuk mencegah berbagai dampak negatif.

‎"Karena anak-anak saat ini memiliki kemampuan yang tinggi dalam menggunakan perangkat digital. Namun, kemampuan tersebut perlu diimbangi dengan pembentukan karakter agar kecakapan di dunia maya tidak mengurangi kemampuan anak dalam bersosialisasi dan menerapkan nilai kesopanan di kehidupan nyata," ungkapnya.

‎Menurut Intan, keluarga menjadi lingkungan utama dalam pembentukan karakter anak. Sekolah dan teknologi dapat membantu memberikan ilmu pengetahuan dan informasi, tetapi nilai moral, kejujuran, serta akhlak mulia perlu ditanamkan melalui keteladanan dan pengasuhan di lingkungan keluarga.

‎“Karakter anak tidak bisa diunduh dari internet, tapi dibentuk dari keteladanan dan kasih sayang di tengah keluarga. Mewujudkan generasi emas adalah gerakan bersama yang membutuhkan sinergi orang tua, sekolah, pemerintah, hingga masyarakat,” tegas Intan.

Sementara itu, Kepala DP3A Kabupaten Tangerang Ratih Rahmawati menambahkan, workshop tersebut merupakan salah satu tindak lanjut Peraturan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Nomor 4 Tahun 2024 tentang Layanan Pemenuhan Hak Anak.

‎"Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat pemahaman keluarga dan lingkungan pendidikan mengenai pentingnya pemenuhan hak serta perlindungan anak di tengah perubahan lingkungan sosial dan perkembangan teknologi. Makanya, kami berkomitmen penuh untuk terus mendorong berbagai upaya nyata dalam penguatan perlindungan dan pemenuhan hak anak,” ujarnya.

Editor : Elva Setyaningrum

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut