Digitalisasi Pabrik, Solusi Pintar Tingkatkan Efisiensi Industri Garmen
JAKARTA, iNewsTangsel.id - Di tengah perubahan pasar yang berlangsung cepat, pemanfaatan teknologi digital dan otomatisasi semakin menjadi kebutuhan bagi industri tekstil dan garmen. Transformasi tersebut dinilai penting untuk meningkatkan efisiensi produksi, memperkuat daya saing, serta mendukung fleksibilitas manufaktur dalam memenuhi permintaan konsumen.
Melihat kondisi tersebut, perusahaan manufaktur mesin jahit asal Tiongkok, Jack Technology, memperkenalkan platform manufaktur cerdas SmartLink Master yang mengintegrasikan kecerdasan buatan (AI), otomatisasi, dan konektivitas produksi dalam satu sistem.
Platform tersebut dirancang untuk membantu produsen garmen meningkatkan efisiensi operasional, mempercepat pengambilan keputusan, serta merespons perubahan permintaan pasar secara lebih cepat.
"Transformasi menuju manufaktur cerdas semakin relevan bagi industri tekstil dan garmen di kawasan Asia Tenggara, termasuk di sejumlah negara seperti Indonesia dan Vietnam. Di Indonesia, misalnya, pemerintah setempat bertekad merevitalisasi industri tekstil dan garmen," kata CEO Jack Technology, Moli, Rabu (24/6/2026).
Menurutnya, perkembangan ini sejalan dengan upaya modernisasi sektor tekstil dan produk tekstil (TPT) di Indonesia. Data Kementerian Perindustrian menunjukkan industri TPT masih menjadi salah satu sektor strategis nasional dengan nilai investasi mencapai Rp20,23 triliun dan menyerap sekitar 3,96 juta tenaga kerja.
"Angka tersebut menunjukkan, industri TPT tetap memiliki daya tarik investasi yang kuat dan memainkan peran penting dalam menopang aktivitas manufaktur nasional di tengah dinamika ekonomi global," ujarnya.
Ia menjelaskan, di Indonesia, transformasi digital industri memiliki prospek yang menjanjikan. Berdasarkan laporan perusahaan riset pasar global IMARC Group, nilai pasar manufaktur tekstil Indonesia diperkirakan mencapai sekitar USD42 miliar pada 2025 dan berpotensi meningkat menjadi USD64,2 miliar pada 2034.
"Pertumbuhan tersebut mendorong perusahaan tekstil dan garmen untuk tidak hanya meningkatkan kapasitas produksi, tapi juga mempercepat adopsi teknologi yang dapat mendukung efisiensi, kualitas produk, dan respons terhadap perubahan permintaan pasar," terangnya.
Editor : Elva Setyaningrum