get app
inews
Aa Text
Read Next : ‎Digitalisasi Pabrik, Solusi Pintar Tingkatkan Efisiensi Industri Garmen

Wamen Ekraf: Pemanfaatan Teknologi Tingkatkan Daya Saing UMKM Perempuan

Rabu, 01 Juli 2026 | 08:21 WIB
header img
Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar bersama finalis SisBerdaya dan DisBerdaya 2026. (Foto: Elva)

JAKARTA, iNewsTangsel.id -Pemanfaatan teknologi digital dinilai semakin berperan dalam meningkatkan daya saing usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) perempuan di Indonesia. Selain membantu memperluas akses pasar, teknologi juga mampu meningkatkan produktivitas, efisiensi usaha, hingga literasi keuangan pelaku usaha. Sehingga menjadi salah satu langkah untuk memperkuat ekonomi yang lebih inklusif.

‎Wakil Menteri Ekonomi Kreatif, Irene Umar mengatakan, penguatan ekosistem UMKM memerlukan kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta diperlukan untuk memperkuat ekosistem UMKM nasional. Sehingga pelaku usaha memiliki akses terhadap pendampingan, pelatihan, dan pemanfaatan teknologi.

‎"Kemampuan beradaptasi dengan perkembangan teknologi menjadi salah satu faktor yang dapat mendorong usaha mikro berkembang dan memiliki daya saing yang lebih baik," ujarnya, Selasa (30/6/2026).

‎Menurutnya, pencapaian para pelaku UMKM pada program SisBerdaya dan DisBerdaya yang digagas DANA Indonesia bersama Ant International menjadi salah satu contoh inisiatif yang berfokus pada pemberdayaan UMKM perempuan melalui pemanfaatan teknologi digital.

‎"Hal ini menunjukkan, semangat belajar, keberanian beradaptasi terhadap teknologi, dan kerja keras mampu menjadi modal untuk mengembangkan usaha sehingga dapat meningkatkan produksinya," kata Irene.

‎Ia menegaskan, pihaknya mengapresiasi program tersebut. Diharapkan, dapat memberikan dampak, khususnya bagi perempuan dan penyandang disabilitas. Apalagi tahun ini, program juga menjangkau lebih banyak wilayah di Indonesia.

‎"Pencapaian para peserta menjadi bukti, semangat belajar, keberanian beradaptasi terhadap teknologi, serta kerja keras dapat mendorong usaha mikro berkembang lebih besar," imbuh Irene.

‎Pada kesempatan yang sama, CEO dan Co-Founder DANA Indonesia, Vince Iswara menambahkan, penguasaan teknologi menjadi salah satu modal penting bagi pelaku UMKM agar mampu beradaptasi dengan perubahan pasar dan perkembangan ekonomi digital.

‎"Pemanfaatan teknologi diharapkan tidak hanya memperluas akses digital bagi pelaku UMKM perempuan, tapi juga meningkatkan kemampuan mereka dalam mengembangkan usaha secara berkelanjutan," terangnya.

‎Ia menjelaskan, dari evaluasi penyelenggara program terhadap finalis periode 2023–2025, peserta mencatat rata-rata peningkatan pendapatan sebesar 113 persen dan pertumbuhan produksi sebesar 126 persen dalam enam bulan setelah mengikuti program.

‎"Pada penyelenggaraan tahun 2026, sebanyak 35 pelaku UMKM perempuan terpilih dari lebih dari 6.800 pendaftar di seluruh Indonesia. Mereka memperoleh dukungan pengembangan usaha setelah melalui proses seleksi, pelatihan, dan pendampingan yang mencakup strategi bisnis, pemanfaatan kecerdasan buatan (AI), serta penguatan literasi keuangan," papar Vince.

‎Ia mengungkapkan, program tersebut juga menjangkau perempuan penyandang disabilitas sebagai bagian dari upaya memperluas akses terhadap peluang ekonomi. Pada tahun ini, jangkauan program diperluas hingga ke sejumlah daerah seperti Nusa Tenggara Barat, Maluku, dan Sulawesi Tengah.

‎"Perluasan tersebut menunjukkan bahwa pengembangan kapasitas UMKM berbasis teknologi tidak lagi berpusat di kota-kota besar, tapi mulai menyasar pelaku usaha di berbagai wilayah," tutup Vince. 

Editor : Elva Setyaningrum

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut