Polres Tangsel Periksa Firdaus Oiwobo, Dalami Laporan terhadap Eks Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto
SERPONG, iNewsTangsel.id - Polres Tangerang Selatan mendalami laporan yang diajukan pengacara Firdaus Oiwobo bersama LBH Garda Prabowo terhadap mantan Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Gadjah Mada (UGM), Tiyo Ardianto. Laporan tersebut berkaitan dengan dugaan penghinaan terhadap Presiden Prabowo Subianto yang dituduhkan kepada Tiyo.
Dalam proses penyelidikan, kepolisian telah meminta klarifikasi dari pihak pelapor sebagai bagian dari pengumpulan bahan keterangan. Pemeriksaan dilakukan untuk mendalami substansi laporan sebelum menentukan langkah hukum berikutnya.
Kasi Humas Polres Tangerang Selatan, Ipda Yudhi Susanto, mengatakan proses penyelidikan masih terus berlangsung. Menurutnya, pemeriksaan terhadap pelapor belum selesai dan masih membutuhkan pendalaman lebih lanjut.
“Masih pendalaman, sudah dilakukan pemeriksaan, namun akan melanjutkan. Jadi masih dalam pemeriksaan pelapor,” kata Yudhi kepada wartawan, Jumat (26/6/2026).
Yudhi menjelaskan, Firdaus Oiwobo telah memenuhi undangan klarifikasi yang dilaksanakan pada Jumat (19/6) pekan lalu. Meski demikian, penyidik membuka kemungkinan adanya pemeriksaan tambahan apabila diperlukan dalam proses penyelidikan.
“Kalau undangan klarifikasi Jumat lalu. Sudah klarifikasi dan sudah hadir, tapi perlu didalami atau ada tambahan yang lain,” ujar Yudhi.
Ia menambahkan, “Pertama Jumat lalu, iya hadir. Untuk saat ini proses masih dalam penyelidikan.”
Sementara itu, Tiyo Ardianto menyatakan siap memenuhi panggilan kepolisian apabila diminta memberikan keterangan terkait laporan tersebut. Hingga kini, mantan Ketua BEM UGM itu mengaku belum menerima surat panggilan dari penyidik.
“Apabila kita dipanggil pihak kepolisian, ya kita akan datang. Apabila kita dimintai keterangan, ya kita akan berikan,” ujar Tiyo saat ditemui di UGM, Sleman, Kamis (25/6/2026).
Meski menghadapi laporan hukum, Tiyo menegaskan dirinya tetap menjalankan aktivitas bertemu dengan kalangan anak muda di berbagai daerah. Ia menyebut upaya tersebut dilakukan untuk membangun kesadaran politik dan mendorong pengawasan terhadap jalannya pemerintahan.
“Alhamdulillah, meskipun ada pelaporan, kita masih terus keliling di daerah-daerah ketemu dengan anak-anak muda dan membangkitkan kesadaran politik, bahwa hari ini ada kekuasaan yang harus kita awasi supaya kekuasaan itu berjalan dengan benar dan berpihak pada rakyat,” pungkas Tiyo.
Editor: Aris