Cemburu Buta Gegara Ucapan Adikku Sayang, Pria di Tangerang Aniaya Caddy Golf hingga Luka Robek
TANGERANG, iNewsTangsel.id – Jagat media sosial sempat dihebohkan dengan aksi penganiayaan di kawasan Modern Golf, Kota Tangerang. Belakangan, Polres Metro Tangerang Kota mengungkap fakta baru di balik motif brutal yang dilakukan oleh pelaku berinisial FP (38) terhadap seorang caddy golf wanita. Pemicunya ternyata murni akibat cemburu buta setelah mendengar kalimat "adikku sayang".
Kasi Humas Polres Metro Tangerang Kota, AKP Iwan Heristiawan, membenarkan bahwa asmara dan rasa cemburu menjadi bahan bakar utama yang menyulut emosi pelaku hingga tega bertindak sadis.
“Dari hasil pemeriksaan sementara, motif penganiayaan dipicu persoalan kecemburuan,” ungkap AKP Iwan saat dihubungi, Sabtu (27/6/2026).
Tragedi ini bermula pada Selasa (23/6/2026) malam di area lapangan golf. Berdasarkan hasil interogasi polisi, saat itu FP yang kerap dilayani oleh korban saat bermain golf, mendengarnya mengucapkan kalimat mesra kepada pria lain.
Kala itu, seorang marshall lapangan golf berinisial VD diminta oleh seseorang untuk membelikan minuman. Setelah pesanan datang, terlontarlah ucapan terima kasih yang memicu petaka tersebut.
"Saat itu, tersangka meminta seorang marshall lapangan golf berinisial VD membelikan minuman dan mengucapkan kalimat, 'Terima kasih adikku sayang'," urai Iwan.
Mendengar kalimat "adikku sayang" itu keluar di depan matanya, FP langsung terbakar api cemburu. Cekcok mulut yang hebat antara pelaku dan korban pun tak terhindarkan, hingga akhirnya berujung pada tindakan kekerasan fisik secara brutal.
Akibat amukan pelaku yang gelap mata, korban mengalami luka-luka yang cukup parah di bagian wajah hingga kepala. Polisi pun bergerak cepat melakukan visum untuk memperkuat bukti kekerasan.
“Adapun korban mengalami beberapa luka, di antaranya luka robek pada kepala, luka lebam di bagian kening, pipi, dan bibir akibat dugaan tindak kekerasan yang dilaporkan,” jelas Kasi Humas.
Selain hasil visum, tim penyidik Satreskrim Polres Metro Tangerang Kota juga sudah mengantongi rekaman kamera pengawas (CCTV) di lokasi kejadian untuk menganalisis detik-detik penganiayaan secara utuh.
AKP Iwan tidak menampik bahwa pasca-kejadian, sempat ada iktikad atau upaya penyelesaian secara kekeluargaan (musyawarah) antara pihak pelaku dan korban. Kendati demikian, polisi menegaskan tidak akan menghentikan pengusutan kasus penganiayaan ini.
“Meski diketahui sempat terdapat upaya penyelesaian secara musyawarah antara kedua belah pihak, Polres Metro Tangerang Kota tetap melakukan proses penyelidikan dan penyidikan sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” tegas Iwan.
Pihak kepolisian memastikan perkara ini akan diselesaikan secara profesional dan transparan hingga ke pengadilan demi memberikan keadilan bagi korban.
Editor : Vitrianda Hilba Siregar