Tanpa Dana APBN, Program MBG di Tangerang Ini Diklaim Jadi Tolok Ukur Nasional
TANGERANG, iNewsTangsel - Pelaksanaan uji coba program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Kabupaten Tangerang sukses menarik perhatian otoritas keuangan pusat karena model pembiayaannya yang inovatif. Skema pemenuhan nutrisi bagi para pelajar ini dinilai sangat ideal lantaran berhasil mengoptimalkan peran aktif dari sektor korporasi swasta.
Langkah taktis yang diterapkan di salah satu sekolah luar biasa tersebut kini diproyeksikan menjadi percontohan baku untuk diterapkan pada skala yang lebih luas. Otoritas terkait berharap pola kemitraan strategis ini mampu meringankan beban anggaran rutin di sektor pengeluaran negara.
"Program Makan Bergizi Gratis ini dibiayai murni oleh CSR perusahaan, bukan dari APBN. Kami berharap model kolaborasi seperti ini dapat menjadi benchmark nasional," kata Kepala PPATK, Ivan Yustiavandana, dalam keterangannya, Kamis (16/7/2026).
Ivan menjelaskan bahwa keterlibatan aktif dari perusahaan teknologi dan yayasan sosial lokal menjadi bukti nyata kuatnya gotong royong lintas sektor. Langkah konkret pemenuhan gizi ini juga sekaligus menjadi bentuk bela negara dalam memuliakan hak tumbuh kembang anak-anak berkebutuhan khusus.
Pihak penyelenggara berkomitmen untuk menjaga agar program pemenuhan nutrisi ini dapat berjalan secara konsisten dan berkesinambungan dalam jangka panjang. Gerakan kepedulian sosial ini dirancang selaras demi menyukseskan salah satu program prioritas yang dicanangkan oleh Presiden Prabowo Subianto.
"Setiap anak memiliki potensi dan cara belajar yang berbeda, sehingga sudah menjadi tanggung jawab bersama untuk menghadirkan lingkungan yang inklusif," ujar Cahaya Mantovani dari Inklusi Pelita Bangsa.
Cahaya menegaskan bahwa penyediaan makanan sehat di sekolah merupakan investasi jangka panjang untuk memupuk rasa percaya diri para siswa disabilitas. Kehadiran nutrisi yang seimbang diharapkan mampu meningkatkan konsentrasi belajar serta mendobrak stigma negatif yang selama ini melekat di masyarakat.
Editor : Aris