Dompet Dhuafa Dukung Pembangunan Masjid Al Muttaqin sebagai Islamic Culture Center di Chiba
Fenomena menariknya, lebih dari separuh (50 persen) dari total populasi tersebut merupakan warga negara Indonesia (WNI) yang bekerja atau tinggal di sana.
Selain pembangunan fisik, diskusi ini juga menyoroti pentingnya keberlanjutan pendidikan bagi generasi muda Muslim. Purwati Kasmaja, istri dari Sugimoto menekankan perlunya tempat edukasi agar komunitas Muslim tidak perlu selalu bergantung pada pengiriman anak-anak ke luar negeri.
“Kami sangat membutuhkan tempat edukasi. Kalau tidak ada, terpaksa kami mengirimkan anak-anak ini ke negara-negara Muslim. Mengapa tidak kita hadirkan kompetensi ke Jepang? Harapan kami ke depannya, ada ustaz-ustaz yang dikirim ke sana untuk merintis model pendidikan yang permanen,” tuturnya.
Dompet Dhuafa menyambut visi ini sebagai upaya sinergis dalam menjawab tantangan dakwah global. Ketua Dewan Pengurus Dompet Dhuafa, Ahmad Juwaini, menegaskan bahwa inisiatif ini merupakan perwujudan dari kepercayaan masyarakat Indonesia dalam mendukung syiar Islam.
Menurutnya, kegiatan ini tentu merupakan suatu kegiatan yang sangat menantang, butuh kolaborasi, butuh sinergi banyak pihak, termasuk individu-individu yang peduli untuk mendukung penyediaan sarana pendidikan Islam, kegiatan keagamaan, sarana ibadah, termasuk mengampanyekan budaya-budaya Islam kepada masyarakat di Jepang.
“Harapannya, kedatangan Sensei Sugimoto di Dompet Dhuafa, baik sekarang dan nanti, dalam rangka melakukan kebaikan-kebaikan. Sebenarnya, kita bisa melakukan banyak bentuk kerja sama yang lain selain pembangunan masjid. Minimal dalam konteks dakwah, kita bisa membuat beberapa kerja sama nanti kedepannya,” tuturnya.
Pembangunan masjid Al Muttaqin Chiba kini menjadi agenda prioritas mengingat populasi Muslim di sana yang terus meningkat. Ahmad Juwaini menegaskan pentingnya kolaborasi luas dalam upaya ini.
“Kami mengajak semua pihak, baik masyarakat maupun perusahaan, untuk turut membantu mewujudkan sarana peribadatan, syiar, serta pendidikan Islam bagi lingkungan di Jepang dengan ikut bersama-sama mendanai pembelian gedung tersebut," katanya.
Editor: Rizqa Leony PutriMPI Marketing