BPOM dan APL Perkuat Kolaborasi, Tingkatkan Kualitas Layanan Kesehatan Indonesia
JAKARTA, iNewsTangsel.id - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) memperkuat kolaborasi dengan PT Anugerah Pharmindo Lestari (APL) dalam upaya meningkatkan kualitas layanan kesehatan sekaligus mendorong praktik industri yang berkelanjutan.
Kolaborasi ini terlihat dalam kunjungan delegasi BPOM ke fasilitas National Distribution Center APL di Cikarang. Dari sudut pandang pengawasan, kunjungan ini menjadi langkah konkret memastikan distribusi obat di Indonesia berjalan sesuai standar sekaligus adaptif terhadap perkembangan teknologi dan tuntutan keberlanjutan.
Dalam kunjungan tersebut, BPOM meninjau langsung sistem distribusi APL yang telah memenuhi standar Cara Distribusi Obat yang Baik (CDOB), termasuk implementasi sistem barcode 2D untuk meningkatkan transparansi dan pelacakan produk kesehatan.
Presiden Direktur APL, Christophe Piganiol, menegaskan pentingnya sinergi antara regulator dan pelaku industri dalam membangun ekosistem kesehatan yang terpercaya. “Kolaborasi ini mencerminkan komitmen bersama untuk menghadirkan layanan kesehatan yang berkualitas sekaligus berkelanjutan,” ujarnya, Jumat (10/7/2026).
Selain aspek distribusi, BPOM juga meninjau inisiatif keberlanjutan APL, seperti pemanfaatan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) dan kegiatan penanaman pohon. Langkah ini dinilai sebagai bagian dari transformasi industri kesehatan menuju operasional yang lebih ramah lingkungan.
Kepala BPOM, Taruna Ikrar, menekankan bahwa sinergi antara regulator dan industri menjadi kunci dalam menjamin ketersediaan produk kesehatan yang aman dan bermutu. “Kolaborasi ini penting untuk memastikan masyarakat mendapatkan akses terhadap produk kesehatan yang berkualitas,” katanya.
BPOM juga berperan dalam mempercepat akses terapi inovatif di Indonesia, termasuk Tirzepatide untuk diabetes tipe 2 dan obesitas, melalui mekanisme percepatan registrasi tanpa mengabaikan standar keamanan dan mutu.
Melalui kerja sama ini, BPOM dan APL tidak hanya memperkuat sistem distribusi dan akses obat, tetapi juga mendorong transformasi industri kesehatan yang lebih modern, transparan, dan berkelanjutan di Indonesia.
Editor : Hasiholan Siahaan