get app
inews
Aa Text
Read Next : Program MBG Belum Menjangkau Mayoritas Sekolah di Kabupaten Tangerang

BGN Diminta Merespons Cepat atas Keluhan Program MBG di Kabupaten Tangerang

Kamis, 26 Februari 2026 | 23:27 WIB
header img
Para petugas sedang menyiapkan MBG di salah satu SPPG di Kabupaten Tangerang. (Foto: Ist)

TANGERANG, iNewsTangsel.id - Kualitas dan komposisi makanan dari Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kerap mendapat kritikan dari masyarakat. Untuk itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang meminta Badan Gizi Nasional (BGN) dan para mitranya lebih responsif dan bergerak cepat manindaklanjuti dan menangani laporan tersebut. 

Demikianlah disampaikan Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid, bersama Wakil Bupati Intan Nurul menghadiri pertemuan evaluasi dan koordinasi program MBG dengan BGN, Kamis (26/2/2026).

Menurut Maesyal, MBG merupakan investasi jangka panjang untuk meningkatkan kualitas generasi penerus. Karena itu, makanan yang disajikan harus memenuhi standar kebersihan, keamanan, serta kandungan gizi yang memadai.

“Program ini bukan sekadar membagikan makanan, tetapi memastikan kebutuhan gizi anak-anak benar-benar terpenuhi dengan baik. Jadi, makanan harus segar, bersih, dan aman dikonsumsi,” katanya.

Dia menjelaskan, di Kabupaten Tangerang, tercatat sekitar 170 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) telah menjalankan program MBG. Pihaknya menyatakan siap memfasilitasi proses perizinan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) bagi dapur SPPG melalui Dinas Kesehatan dan DPMPTSP setempat.

“Selain itu, kami juga mendorong pembentukan forum atau koordinator SPPG di tingkat kabupaten guna memperkuat komunikasi dan mempercepat penanganan jika muncul persoalan di lapangan,” ujarnya. 

Pada kesempatan yang sama, Wakil Bupati Intan Nurul menambahkan, terkait adanya laporan masyarakat mengenai kondisi makanan yang diterima siswa, pihaknya meminta setiap dapur SPPG harus memastikan pemeriksaan menyeluruh sebelum distribusi dilakukan, termasuk memastikan tidak ada makanan yang tidak layak konsumsi.

 

“Selain komposisi gizi, rasa dan variasi menu juga harus diperhatikan agar anak-anak tidak bosan dan tetap semangat mengonsumsi makanan yang diberikan,” katanya.

Sementara itu, Sekretaris Deputi Bidang Pemantauan dan Pengawasan BGN, Iwan Dwi Susanto, menegaskan komitmen pihaknya untuk menjaga kualitas makanan dalam program tersebut.

“Karena MBG tidak hanya bertujuan mengenyangkan, tetapi juga memberikan dampak jangka panjang bagi kesehatan dan pertumbuhan anak,” terangnya. 

Dia mengungkapkan, evaluasi dan koordinasi ini diharapkan mampu memperkuat pengawasan serta meningkatkan kualitas pelaksanaan program MBG. Sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat, khususnya anak-anak sebagai penerima utama program.

“Bagi banyak keluarga, program ini tidak hanya membantu pemenuhan gizi anak, tetapi juga menjadi wujud kehadiran negara dalam mendukung kesejahteraan sosial di level bawah,” imbuh Iwan. 

Editor : Elva Setyaningrum

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut