get app
inews
Aa Text
Read Next : Gak Nyangka! Pameran Konstruksi Ini Ternyata Penuh Workshop Seru

Tren Edukasi Berbasis Perjalanan, Menjelajah Dunia Jadi Sarana Asah Kreativitas Anak

Sabtu, 18 Juli 2026 | 19:29 WIB
header img
Konsep liburan edukatif kini mulai diminati para orang tua untuk mengurangi kecanduan gawai pada anak. (Foto: ist)

JAKARTA, iNewsTangsel - Ketergantungan generasi muda terhadap perangkat digital di era modern memicu kekhawatiran global mengenai minimnya interaksi mereka dengan lingkungan nyata. Fenomena ini mendorong munculnya terobosan baru di bidang pendidikan yang mengintegrasikan petualangan luar ruang dengan pengembangan karakter.

Metode pengajaran ini menggeser konsep liburan konvensional menjadi sebuah rangkaian petualangan yang sarat akan nilai pengetahuan dan eksplorasi seni. Melalui pendekatan tersebut, setiap destinasi yang dikunjungi bertransformasi menjadi ruang kelas interaktif yang mempertemukan teori dengan realita di lapangan.

"Pengalaman langsung ini mengajarkan bahwa alam adalah ruang untuk berinteraksi, memahami, dan menghargai," ungkap pasangan pendiri Gosh! Kids, Mathieu Beth Tan dan Gladys Soh, dalam keterangannya, Sabtu (18/7/2026).

Mathieu dan Gladys menjelaskan inisiatif lahirnya Gosh! Kids berawal dari pengamatan langsung terhadap tumbuh kembang buah hati mereka saat tinggal di luar negeri. Kemampuan adaptasi anak terbukti meningkat drastis ketika dihadapkan langsung pada keragaman bahasa dan kebiasaan masyarakat setempat sejak usia dini.

Implementasi program ini bertumpu pada pengenalan ekosistem hutan dan pegunungan guna memicu ketahanan fisik serta kepekaan sensorik anak. Di samping itu, anak-anak juga dibekali gawai dokumentasi visual untuk melatih fokus dan kemampuan menangkap esensi dari sebuah momen.

Interaksi langsung dengan para perajin tradisional di wilayah pelosok Asia turut membuka cakrawala berpikir anak mengenai konsep toleransi universal. Nilai-nilai kearifan lokal tidak lagi sekadar dibaca melalui buku teks sekolah, melainkan dirasakan langsung lewat kuliner dan aktivitas harian penduduk.

"Hadiah terbesar dari interaksi ini adalah perspektif baru yang melekat jauh setelah perjalanan berakhir," tambah perwakilan manajemen dalam keterangan tertulisnya.

Keterlibatan aktif dari para orang tua selama masa penjelajahan menjadi pilar penguat ikatan emosional di dalam struktur keluarga besar. Sesi refleksi malam hari dan pengisian jurnal harian efektif melatih ruang komunikasi yang sehat antar-anggota keluarga.

Hingga saat ini, portofolio perjalanan edukasi tersebut telah menjangkau berbagai titik strategis mulai dari Jeju, Chiang Mai, hingga kawasan Jawa Barat. Fleksibilitas program yang disesuaikan dengan kelompok usia sekolah diharapkan mampu mencetak generasi yang lebih inklusif dan kreatif.

Editor : Aris

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut