Tren Baru Investasi Digital: Saham AS Tertokenisasi Kian Populer di 2026
Lonjakan minat tersebut turut mendorong aktivitas perdagangan di platform PINTU sepanjang kuartal II 2026. Secara kuartalan, jumlah trader aktif meningkat 18%, transaksi naik 17%, dan volume trading tumbuh 11%. Presiden Direktur PINTU, Andy Putra, mengatakan tren ini mencerminkan semakin luasnya adopsi aset berbasis real world asset (RWA) di Indonesia.
“Pertumbuhan yang merata di seluruh indikator menunjukkan bahwa token berbasis saham AS semakin menjadi bagian dari strategi diversifikasi investor. Kenaikan jumlah trader aktif juga menandakan basis investor yang semakin meluas,” ujar Andy, Kamis (22/7/2026).
Ia menambahkan, meningkatnya minat terhadap ETF dibanding saham tunggal merupakan sinyal positif kedewasaan investor. “Investor tidak lagi hanya mengejar satu saham populer, tetapi mulai memanfaatkan tokenisasi untuk mendapatkan eksposur yang lebih terdiversifikasi terhadap pasar global,” katanya.
Ke depan, PINTU berkomitmen memperluas pilihan aset tertokenisasi berbasis indeks dan meningkatkan edukasi kepada pengguna. “Kami akan terus menghadirkan instrumen RWA yang beragam sekaligus mengedukasi investor agar memahami potensi dan risiko sebelum bertransaksi,” tutup Andy.
Editor : Hasiholan Siahaan