GIIAS 2026: Mobil Rakitan Lokal dan Kendaraan Niaga Listrik Bebas Emisi Curi Perhatian
TANGERANG, iNewsTangsel - Pameran otomotif Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026 kembali digelar di ICE BSD City Tangerang yang dibuka untuk umum mulai hari ini, 30 Juli 2026. Pada pameran kali ini, produsen kendaraan asal Tiongkok banyak yang melakukan ekspansi dan melakukan pendirian anak usaha lokal serta rencana investasi, salah satunya dengan skema perakitan kendaraan knock-down (KD) di dalam negeri.
Pasar otomotif tanah air kembali kedatangan pemain baru seiring langkah ekspansi Beijing Automobile Works (BAW) pada ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026. Upaya penetrasi pasar ini ditujukan untuk mempercepat tingkat lokalisasi komponen serta meningkatkan efisiensi rantai pasokan industri otomotif nasional.
"Indonesia adalah pasar kunci dan gerbang menuju industri otomotif setir kanan di Asia Tenggara," ungkap Presiden Direktur BAW Automobile Trading Indonesia, Tocy Tang, dalam keterangannya, Rabu (29/7/2026).
Ekspansi manufaktur tersebut bertepatan dengan momentum lonjakan adopsi kendaraan listrik berbasis baterai di pasar domestik. Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) mencatat penjualan wholesale mobil listrik mencapai 14.815 unit pada April 2026 atau naik 40 persen dibanding bulan sebelumnya.
Pertumbuhan tren ramah lingkungan ini juga mulai merambah ke sektor bisnis yang membutuhkan fleksibilitas operasional tinggi. Menjawab kebutuhan tersebut, lini produk kendaraan niaga ringan berbasis listrik seperti pikap T10 Pro diperkenalkan untuk mengisi kebutuhan rantai logistik perkotaan.
Potensi segmen kendaraan komersial di tanah air sendiri diperkirakan terus menunjukkan tren pertumbuhan yang positif hingga beberapa tahun mendatang. Riset Mordor Intelligence memproyeksikan nilai pasar kendaraan niaga Indonesia akan tumbuh mencapai US$14,43 miliar pada 2030 dengan segmen kendaraan ringan sebagai kontributor utama.
Guna mendukung penetrasi bisnis yang lebih luas, berbagai lini kendaraan mulai dari MPV listrik hingga SUV serbaguna turut diperkenalkan ke publik. Kehadiran variasi model ini dirancang untuk menjawab diversifikasi kebutuhan mobilitas masyarakat, baik di area perkotaan maupun medan berat.
Seluruh jajaran produk kendaraan yang dihadirkan mengusung standar rekayasa manufaktur yang berfokus pada daya tahan serta efisiensi energi. Strategi ini diharapkan mampu memberikan alternatif solusi mobilitas yang andal bagi konsumen maupun para pelaku usaha lokal.
Pasca debut di pameran otomotif tahunan ini, fokus perusahaan akan dialihkan pada percepatan proyek perakitan lokal serta pembentukan ekosistem bisnis. Langkah ini mencakup integrasi jaringan penjualan, operasional, hingga kesiapan fasilitas layanan purna jual di berbagai wilayah.
Komitmen investasi manufaktur secara komprehensif ini diharapkan dapat memperkuat daya saing industri otomotif nasional secara berkelanjutan. Integrasi rantai pasok lokal juga diyakini mampu mendukung target percepatan transisi energi pada sektor transportasi Indonesia.
Editor : Aris