get app
inews
Aa Text
Read Next : KLH Perkuat Mitigasi Emisi Metana Sektor Sampah Lewat Proyek ASEAN-Korea

Biodigester di Rusunawa Rorotan Jadi Solusi Pengurangan Sampah dan Emisi Jakarta

Selasa, 11 Agustus 2026 | 13:46 WIB
header img
Dari sisi lingkungan, kedua unit biodigester tersebut diproyeksikan mampu mengurangi emisi gas rumah kaca sekitar 423 kilogram CO2e per hari atau 154,4 ton CO2e per tahun. Foto istimewa

JAKARTA, iNewsTangsel.id - Pengelolaan sampah organik menjadi salah satu langkah penting untuk mengurangi beban timbulan sampah di Jakarta. Sampah organik yang berasal dari aktivitas rumah tangga dan kawasan permukiman perlu ditangani sejak dari sumber agar tidak seluruhnya berakhir di tempat pembuangan akhir.

Upaya mengurangi timbulan sampah juga dapat dilakukan dengan mengubah sampah organik menjadi produk yang memiliki nilai guna. Pendekatan tersebut mendorong pengelolaan sampah berbasis masyarakat sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap sistem pembuangan akhir.

Selain mengurangi sampah, pengolahan organik juga membuka peluang pemanfaatan energi terbarukan. Salah satunya melalui teknologi biodigester yang mengolah sampah organik menjadi biogas serta menghasilkan residu yang dapat dimanfaatkan sebagai pupuk organik. Bank Jakarta melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) membangun biodigester komunal di Jakarta Utara, salah satunya di Rusunawa Rorotan, Cilincing. Peletakan batu pertama pembangunan dilakukan sebagai bagian dari kolaborasi dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam memperkuat pengelolaan sampah organik.

Biodigester di Rusunawa Rorotan dan satu unit lainnya di TPS 3R Kelurahan Rawa Badak Utara dirancang memiliki kapasitas pengolahan masing-masing 250 kilogram sampah organik per hari. Dengan dua unit, kapasitas pengolahan mencapai 500 kilogram sampah organik per hari, yang diproyeksikan menghasilkan sekitar 37,5 meter kubik biogas per hari serta residu yang dapat dimanfaatkan sebagai pupuk organik. Direktur Utama Bank Jakarta Agus H. Widodo mengatakan pembangunan biodigester merupakan bentuk kontribusi perusahaan dalam mendukung penanganan persoalan sampah di Jakarta, khususnya sampah organik. “Pembangunan biodigester di Rorotan merupakan bentuk kontribusi nyata Bank Jakarta untuk turut menjawab tantangan pengelolaan sampah di Jakarta,” ujar Agus, Selasa (11/8/2026).

Dari sisi lingkungan, kedua unit biodigester tersebut diproyeksikan mampu mengurangi emisi gas rumah kaca sekitar 423 kilogram CO2e per hari atau 154,4 ton CO2e per tahun. Sekretaris Perusahaan Bank Jakarta Arie Rinaldi mengatakan pengelolaan sampah membutuhkan kolaborasi dan kesinambungan agar pengolahan sampah organik dari sumber dapat memberikan manfaat bagi masyarakat. “Melalui pembangunan biodigester ini, Bank Jakarta mengambil bagian dalam upaya pengelolaan sampah organik dari sumber sekaligus mendorong agar sampah dapat memberikan nilai tambah bagi masyarakat,” kata Arie.

Program tersebut merupakan bagian dari implementasi Rencana Aksi Keuangan Berkelanjutan Bank Jakarta 2026, khususnya dalam mendukung pengelolaan limbah organik, pengurangan emisi gas rumah kaca dan pemanfaatan energi terbarukan.

Editor : Hasiholan Siahaan

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut