get app
inews
Aa Text
Read Next : Industri Pangan Nasional Kembangkan Inovasi Tinggi Serat di Tengah Krisis Gizi

Vaksin Kanker Berbasis RNA Mulai Dikembangkan di Indonesia

Selasa, 25 Agustus 2026 | 20:07 WIB
header img
pemanfaatan sel punca tidak hanya diarahkan pada layanan kuratif, tetapi juga dapat dikembangkan untuk mendukung upaya preventif. Foto ilustrasi

JAKARTA, iNewsTangsel.id - Perkembangan teknologi sel punca atau stem cell terus membuka peluang baru dalam layanan kesehatan di Indonesia. Teknologi tersebut dikembangkan untuk mendukung terapi regeneratif yang memanfaatkan kemampuan sel punca dalam memperbarui diri dan berkembang menjadi sel dengan fungsi tertentu.

Pengembangan terapi berbasis sel membutuhkan kolaborasi lintas sektor, mulai dari layanan kesehatan, institusi sains, teknologi hingga laboratorium pengolahan sel. Kolaborasi tersebut dinilai penting untuk memperkuat riset sekaligus mendorong pemanfaatan teknologi sel punca dalam pelayanan klinis.

Selain terapi regeneratif, pengembangan teknologi berbasis sel juga diarahkan pada berbagai layanan medis, termasuk onkologi, transplantasi serta penelitian vaksin kanker. Pendekatan ini diharapkan dapat memperluas pilihan terapi sekaligus mendorong pengembangan layanan kesehatan berbasis inovasi di Indonesia.

Pengembangan layanan medis berteknologi tinggi juga membuka peluang bagi Indonesia untuk memperkuat sektor medical tourism. Kehadiran fasilitas kesehatan dengan layanan berbasis sel punca, transplantasi dan teknologi diagnostik dapat menjadi bagian dari upaya menarik pasien dari berbagai daerah maupun mancanegara.

Founder dan Owner RS Toto Tentrem, dr. Purwati, dr., Sp.PD, K-PTI, FINASIM, mengatakan kolaborasi antara sektor kesehatan, sains dan teknologi menjadi salah satu kunci agar pengembangan sel punca dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

“Kerja sama dari berbagai sektor sains dan teknologi, kemudian adanya kemudahan regulasi, serta kolaborasi itu yang menjadi penting,” ujar Purwati dalam keterangan seusai peresmian rumah sakit di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, Selasa (25/8/2026).

Menurut Purwati, pemanfaatan sel punca tidak hanya diarahkan pada layanan kuratif, tetapi juga dapat dikembangkan untuk mendukung upaya preventif. Ia berharap inovasi tersebut dapat dinikmati pasien dari dalam maupun luar Jakarta hingga mancanegara.

“Harapan kami bermanfaat bagi rekan sejawat dokter dan pasien dalam dan luar Jakarta serta luar negeri, jadi medical tourism dan Indonesia Sehat 2045,” katanya.

Ia menambahkan, pengembangan terapi berbasis sel perlu terus didukung melalui kolaborasi agar pemanfaatannya semakin luas dan dapat diakses masyarakat dengan biaya yang lebih terjangkau.

Editor : Hasiholan Siahaan

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut