get app
inews
Aa Text
Read Next : ‎Dokter Ingatkan, Pentingnya Deteksi Dini Cegah Penyakit Kronis ‎

Kasus Kanker Payudara Masih Tinggi, Edukasi Deteksi Dini Jadi Kunci

Sabtu, 05 September 2026 | 22:02 WIB
header img
Tingginya kasus kanker payudara di Indonesia mendorong penguatan edukasi dan deteksi dini. Pemeriksaan rutin dinilai penting untuk menemukan kanker sejak stadium awal. (Foto: Istimewa).

JAKARTA, iNewsTangsel - Tingginya kasus kanker payudara di Indonesia masih menjadi persoalan yang membutuhkan perhatian, terutama terkait rendahnya kesadaran masyarakat untuk melakukan pemeriksaan secara rutin. Rasa takut menjalani pemeriksaan dan keterlambatan memperoleh penanganan medis menjadi sejumlah faktor yang membuat kasus kanker kerap diketahui ketika sudah memasuki tahap lebih lanjut.

Penguatan edukasi mengenai kesehatan payudara dinilai perlu dilakukan secara berkelanjutan agar masyarakat memahami pentingnya deteksi dini. Salah satu langkah yang dapat dilakukan perempuan adalah Periksa Payudara Sendiri (SADARI) serta segera berkonsultasi dengan tenaga medis apabila menemukan kondisi yang tidak biasa.

Upaya meningkatkan kesadaran tersebut turut dilakukan melalui kegiatan Pink Pulse Run 2026 yang digelar dalam rangka Pink October. Kegiatan yang melibatkan HMI Medical Group, Mahkota Medical Centre, Regency Specialist Hospital, dan Yayasan Daya Dara atau Love Pink Indonesia itu diarahkan untuk mendorong masyarakat lebih terbuka membicarakan kanker payudara.

Group CEO HMI Medical Chin Wei Jia mengatakan, kampanye tersebut diharapkan tidak berhenti pada peningkatan pengetahuan, tetapi mendorong masyarakat mengambil tindakan. “Tujuan kami adalah mengubah kesadaran menjadi aksi, sehingga lebih banyak perempuan memahami pentingnya deteksi dini, tidak menunda pemeriksaan, dan mengetahui bahwa mereka tidak sendirian,” ujar Chin di Jakarta, Jumat (4/9/2026).

Kolaborasi dengan Yayasan Daya Dara juga diarahkan untuk memperluas akses pemeriksaan kanker payudara bagi masyarakat. Hasil penjualan race pack Pink Pulse Run akan disalurkan untuk mendukung layanan pemeriksaan keliling yang dilengkapi fasilitas ultrasonografi (USG) serta tenaga kesehatan profesional.

Pesan mengenai pemeriksaan rutin juga disampaikan penyintas kanker payudara Quek Cy berdasarkan pengalaman pribadinya. Ia mengatakan penyakit tersebut ditemukan ketika menjalani pemeriksaan kesehatan rutin meski saat itu tidak merasakan keluhan fisik yang mengarah pada kanker.

“Saya beruntung karena kanker saya terdeteksi sejak dini, namun saya tidak ingin deteksi dini menjadi sekadar masalah keberuntungan,” kata Quek.

Menurutnya, kondisi tubuh yang terasa sehat bukan alasan untuk menunda pemeriksaan karena kanker dapat ditemukan melalui pemeriksaan sebelum menimbulkan gejala.

Quek menilai kemajuan teknologi medis, ketersediaan obat, serta dukungan tenaga kesehatan telah memberikan berbagai pilihan penanganan bagi pasien kanker payudara. Namun, ia mengingatkan persoalan yang masih dihadapi adalah keterlambatan pasien mendatangi fasilitas kesehatan sehingga penyakit baru diketahui pada stadium lebih lanjut.

“Jika deteksi dilakukan pada stadium awal, tingkat kesembuhan kanker payudara adalah yang paling tinggi dibandingkan jenis kanker lainnya, maka tindakan utamanya adalah deteksi awal,” tegas Quek. Pesan tersebut menekankan pentingnya menjadikan pemeriksaan kesehatan payudara sebagai bagian dari kebiasaan kesehatan perempuan sepanjang tahun, bukan hanya ketika kampanye Pink October berlangsung.

Editor : Aris

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut