Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Nilai Transaksi Tembus Rp2,2 Triliun, Inabuyer 2026 Perluas Pasar UMKM
Advertisement . Scroll to see content

UMKM Indonesia Jajaki Pasar Tiongkok Lewat Forum Pemuda di Fujian

Sabtu, 12 September 2026 | 12:46 WIB
  • author Hasiholan
UMKM Indonesia Jajaki Pasar Tiongkok Lewat Forum Pemuda di Fujian
Sekretaris Umum DPP GAMKI Alan Singkali mengatakan, kunjungan tersebut juga memberikan gambaran mengenai peran diaspora asal Fujian dalam mendorong perkembangan ekonomi daerah asalnya. Foto istimewa

JAKARTA, iNewsTangsel.id - Peluang produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) Indonesia memasuki pasar Tiongkok mulai dijajaki melalui keikutsertaan delegasi Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) dalam The 4th Maritime Silk Road Youth Exchange Camp di Fuzhou, Fujian, Tiongkok, 24-28 Agustus 2026.

Sebanyak 19 delegasi yang berasal dari sejumlah daerah di Indonesia membawa berbagai produk unggulan UMKM untuk diperkenalkan dalam rangkaian kegiatan tersebut. Produk yang dibawa antara lain kain tenun Nusantara, vanili, kapulaga, hingga olahan durian.

Ketua Umum DPP GAMKI Sahat Martin Philip Sinurat mengatakan, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi forum pertukaran pemuda, tetapi juga membuka ruang bagi pelaku usaha Indonesia untuk membangun relasi dengan mitra bisnis dari Tiongkok.

“Event ini sangat positif, baik dari sisi menjalin relasi dengan pengusaha Tiongkok maupun Indonesia, juga sisi-sisi lain, seperti kuatnya sejarah hubungan kedua negara, dan juga pemahaman pentingnya aspek hukum dalam menopang bisnis,” kata Sahat, Sabtu (12/9/2026).

Menurut Sahat, para delegasi merupakan pengusaha UMKM, akademisi, dan birokrat yang tergabung dalam Youth Economic Fellowship Indonesia (YEFI). Forum tersebut menjadi kesempatan untuk memperluas wawasan sekaligus melihat kemungkinan kerja sama bisnis lintas negara.

Salah satu peluang tersebut dirasakan pengusaha vanili Daulat Sinaga. Ia menyebut kunjungan ke Fujian membuka kesempatan untuk memperkenalkan produknya ke jaringan pasar di Tiongkok.

“Melalui kerjasama ini, saya mendapatkan kesempatan untuk memasarkan produk vanilli saya ke jaringan di China. Semoga ke depannya semakin banyak produk UMKM Indonesia yang bisa menembus pasar internasional,” ujar Daulat.

Selain agenda bisnis, delegasi juga mengikuti sejumlah kegiatan yang berkaitan dengan sejarah, tata kota, industri, hingga layanan hukum perdagangan. Mereka antara lain mengunjungi Fuzhou Urban Planning Exhibition Hall, kawasan sejarah Liangcuo, kawasan industri Fuqing, Liem Sioe Liong Memorial Hall, serta kawasan Three Lanes and Seven Alleys.

Sekretaris Umum DPP GAMKI Alan Singkali mengatakan, kunjungan tersebut juga memberikan gambaran mengenai peran diaspora asal Fujian dalam mendorong perkembangan ekonomi daerah asalnya. Menurut dia, pengalaman tersebut menjadi salah satu pelajaran yang dapat dipelajari Indonesia dalam membangun hubungan ekonomi dengan diaspora dan pelaku usaha.

Sementara itu, akademisi sekaligus pengusaha asal Maluku Fransina Latumahina menilai perjalanan tersebut memperluas wawasannya dalam mengembangkan usaha, khususnya di bidang fashion dan wastra. Ia juga menyoroti pentingnya kegigihan dan integritas dalam membangun bisnis.

Rangkaian kegiatan di Fujian turut memberikan pembelajaran di luar sektor bisnis, termasuk mengenai tata kota dan penghargaan terhadap sejarah. Delegasi menilai pengalaman tersebut dapat menjadi bahan pembelajaran untuk pengembangan usaha, lingkungan, dan jejaring ekonomi Indonesia ke depan.

Editor: Hasiholan Siahaan

Related News

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut