get app
inews
Aa Text
Read Next : Gagal Urus Sampah, Wali Kota Tangsel Bisa Dijerat Pidana 10 Tahun Bui!

Tangsel Darurat Sampah! Gubernur DKI Cawe-cawe Tawarkan Bantuan Pengangkutan

Kamis, 05 Februari 2026 | 10:08 WIB
header img
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menyatakan kesiapan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk turun tangan membantu mengatasi krisis sampah Tangsel. (Foto: ist)

JAKARTA, iNewsTangsel - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, secara terbuka menyatakan kesiapan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk turun tangan membantu mengatasi krisis sampah yang tengah melanda Kota Tangerang Selatan. Tawaran strategis ini disampaikan langsung sebagai bentuk solidaritas antardaerah guna mencegah penumpukan sampah yang semakin tidak terkendali di wilayah penyangga ibu kota.

Pernyataan tersebut dilontarkan dalam pertemuan resmi dengan Gubernur Banten, Andra Soni, yang berlangsung di Balai Kota Jakarta pada Rabu, 4 Februari 2026. Pramono menegaskan bahwa Jakarta siap memberikan dukungan nyata jika kendala utama yang dihadapi oleh pihak pemerintah daerah setempat adalah keterbatasan armada pengangkut.

“Pak Gubernur, kalau sampahnya Tangerang Selatan belum bisa diatasi, saya bantuin, saya angkutin,” ujar Pramono Anung, Rabu (4/2/2026). Ia menilai persoalan lintas wilayah tidak seharusnya diselesaikan secara parsial oleh masing-masing pemerintah daerah tanpa adanya sinergi yang kuat.

Kolaborasi dianggap menjadi kunci utama agar masalah lingkungan yang berdampak luas bagi kesehatan masyarakat dapat ditangani secara lebih efektif dan efisien. Pramono meyakini bahwa Jakarta memiliki sumber daya transportasi yang cukup memadai untuk dikerjasamakan dalam rangka menjaga kebersihan wilayah Jabodetabek.

Pihak Pemprov DKI Jakarta telah membayangkan skema peminjaman alat transportasi berat untuk mempermudah proses mobilisasi tumpukan sampah dari titik rawan ke tempat pembuangan. “Saya membayangkan kalau memang problemnya adalah transportasi, tentunya Jakarta akan punya alat transportasi yang bisa digunakan,” jelasnya.

Meskipun siap membantu dari sisi logistik, Pramono tetap menghormati wewenang penuh Pemerintah Kota Tangsel terkait penentuan lokasi pembuangan akhir. Prinsip utama dari tawaran ini adalah semangat saling mengisi antarwilayah agar tidak ada satu pun daerah yang merasa berjuang sendirian menghadapi masalah lingkungan.

Kondisi di Tangerang Selatan sendiri memang sempat berada di titik kritis hingga Wali Kota Benyamin Davnie membentuk tim khusus percepatan pengelolaan sampah di tujuh kecamatan. Kurangnya ketersediaan lahan pembuangan dan rusaknya sejumlah armada pengangkut menjadi pemicu utama menumpuknya limbah rumah tangga di pinggir jalan raya.

Pemerintah Kota Tangsel bahkan sempat menetapkan status tanggap darurat sampah pada pertengahan Januari 2026 lalu akibat volume sampah yang meledak. 

Editor : Aris

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut