Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Tren Perawatan Regeneratif Meningkat, Ahli Dermatologi Dorong Terapi Berbasis Sains
Advertisement . Scroll to see content

Jaga Kesehatan Jantung, 164 Kasus Aritmia Ditemukan Lewat Skrining EKG

Rabu, 30 September 2026 | 14:57 WIB
  • author Hasiholan
Jaga Kesehatan Jantung, 164 Kasus Aritmia Ditemukan Lewat Skrining EKG
Dengan adanya temuan tersebut, pemeriksaan EKG dapat menjadi salah satu langkah untuk mengenali gangguan irama jantung lebih awal. Foto Olan

JAKARTA, iNewsTangsel.id - Gangguan irama jantung atau aritmia dapat muncul tanpa gejala yang mudah dikenali. Kondisi ini kembali menjadi perhatian setelah hasil skrining elektrokardiogram (EKG) menemukan gangguan irama jantung pada sekitar satu dari 10 peserta pemeriksaan.

Dari 1.412 peserta berusia 15-64 tahun yang menjalani skrining EKG sepanjang 5 Maret hingga 15 September 2026, sebanyak 164 orang atau 11,6 persen terdeteksi mengalami aritmia. Temuan tersebut menunjukkan bahwa gangguan irama jantung dapat ditemukan melalui pemeriksaan meski seseorang sebelumnya tidak menyadari adanya kelainan.

Aritmia merupakan gangguan pada irama jantung yang dapat berupa denyut terlalu cepat, terlalu lambat, maupun tidak teratur. Salah satu jenis yang perlu diwaspadai adalah fibrilasi atrium atau Atrial Fibrillation (AF).

AF yang tidak terdeteksi dan tidak tertangani dapat meningkatkan risiko komplikasi, termasuk stroke dan gagal jantung. Karena itu, pengenalan faktor risiko dan pemeriksaan jantung menjadi bagian penting dalam upaya menemukan gangguan irama lebih awal.

Direktur Penyakit Tidak Menular Kementerian Kesehatan RI, Dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid., mengatakan AF kerap tidak menimbulkan gejala sehingga masyarakat perlu lebih memperhatikan deteksi dini.

"Pemeriksaan EKG juga tersedia di puskesmas melalui program Cek Kesehatan Gratis, terutama bagi masyarakat berusia 40 tahun ke atas dengan hipertensi dan/atau diabetes", tegas Siti Nadia, Rabu (30/9/2026). 

Hospital Director Siloam Hospitals TB Simatupang, dr. Dewi Wiguna, M.Sc., mengatakan hasil skrining menunjukkan 164 orang terdeteksi mengalami aritmia dari 1.412 responden. Kelompok usia 25-44 tahun tercatat memiliki proporsi temuan terbesar, yakni 51,82 persen, meski angka tersebut tidak dapat langsung diartikan bahwa kelompok usia produktif memiliki risiko lebih tinggi dibandingkan kelompok usia lainnya.

“Hingga 15 September 2026, hasil EKG screening menunjukkan ada 164 orang terdeteksi aritmia dari 1.412 responden dengan rentang usia 15-64 tahun. Terbanyak di rentang usia 25-44 tahun dengan persentase sebesar 51,82 persen,” ujar Dewi.

Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah serta ahli aritmia Siloam Hospitals TB Simatupang, Prof. Dr. dr. Yoga Yuniadi, Sp.JP(K), FIHA, mengatakan aritmia, terutama AF, perlu dikenali dan ditangani sedini mungkin. Menurut dia, pasien kerap menunda penanganan karena belum memahami risiko dan pilihan terapi yang tersedia.

“Aritmia, khususnya Atrial Fibrillation (AF), perlu dikenali dan ditangani sedini mungkin. Melakukan ablasi pada AF dini yaitu kurang dari satu tahun terbukti bukan hanya memperbaiki kualitas hidup, tetapi juga dapat mencegah stroke dan memperpanjang harapan hidup,” kata Yoga.

Ketua Indonesian Heart Rhythm Society (InaHRS), dr. Erika Maharani, Sp.JP(K), mengatakan temuan skrining tersebut memperlihatkan pentingnya memperluas deteksi dini aritmia. Ia menyebut sebagian peserta tidak mengetahui bahwa dirinya mengalami gangguan irama jantung.

“Temuan ini menunjukkan pentingnya deteksi dini gangguan irama jantung pada masyarakat,” ujar Erika.

Dengan adanya temuan tersebut, pemeriksaan EKG dapat menjadi salah satu langkah untuk mengenali gangguan irama jantung lebih awal. Jika ditemukan hasil yang tidak normal, pemeriksaan lanjutan diperlukan untuk menentukan kondisi dan penanganan yang sesuai.

Editor: Hasiholan Siahaan

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut