Toko Emas Milik Influencer Ternama Diduga Manipulasi Kadar 24K Jadi 16K, Netizen Ungkap Kejanggalan
JAKARTA,iNewsTangsel.id - Media sosial dihebohkan oleh kabar miring yang menimpa toko emas JEI milik influencer kondang JS dan BMA alias I.
Bisnis jual beli emas tersebut menjadi sorotan tajam netizen setelah beredar sejumlah pengakuan terkait dugaan kejanggalan penentuan kadar emas saat transaksi.
Isu dugaan manipulasi kadar ini meledak di platform Threads setelah akun @ghazalisasq membagikan pengalaman pribadinya saat mendatangi cabang JEI di Tangerang Selatan. Ia mengaku kaget lantaran emas 24 karat miliknya mendadak dinyatakan hanya berkadar 16 karat saat diperiksa oleh petugas toko.
"Saya ngalamin sendiri sama istri di toko ini..kejadian Minggu lalu disalah satu cabangnya di Tangsel yg baru buka..niat jual emas 24 karat pas di cek ternyata turun jadi 16 karat lahhhhh beda jauh..gak mau rugi banyak akhirnya coba jual di toko biasa dan ternyata laku di 24 karat sesuai dengan suratnya..hahaha," tulis akun @ghazalisasq di Threads dikutip Jumat (30/10/2026).
Pernyataan tersebut langsung viral dan memicu gelombang kekecewaan dari para pengguna media sosial lainnya. Polemik semakin memanas usai netizen lain bernama @diarmaryan turut membeberkan pengalaman serupa ketika bertransaksi di JEI.
Ia mengungkapkan bahwa emas perhiasan seharga Rp3,4 juta yang dibelinya justru hanya dihargai sebesar Rp1,8 juta saat mencoba dijual ke toko tersebut.
Selain dugaan penurunan kadar yang drastis, standar acuan tabel karat yang diterapkan pihak gerai juga mulai dipertanyakan oleh konsumen. Seorang pembeli menduga tabel penentuan kadar perhiasan di JEI diturunkan satu level dari standar resmi yang berlaku secara umum.
Sorotan publik belakangan ini menyasar pada tingkat akurasi serta pengoperasian alat X-ray Fluorescence (XRF) yang digunakan JEI untuk menguji kemurnian emas. Seorang pengguna internet dengan akun @tiannoviant yang mengklaim memiliki pengalaman lima tahun mengoperasikan XRF membeberkan kerentanan alat analisis tersebut.
"Jiahahahaha,,, dikira XRF ga bisa diakali,,, gue pernah 5 tahun handle XRF. Cara ngakalinnya mah gampang, dikurva kalibrasinya wkwkwkwkw,,, apalagi pakenya yg handheld gun," tulis akun @tiannoviant dalam unggahannya.
Meski demikian, klaim teknis tersebut masih sebatas asumsi pribadi dan belum terbukti terjadi pada prosedur pengujian di gerai JEI.
Gelombang kontroversi ini dinilai berpotensi merusak tingkat kepercayaan masyarakat terhadap industri perdagangan perhiasan emas secara keseluruhan. Akun terverifikasi @sarra_shaskia turut menyayangkan situasi ini karena berisiko menyeret nama baik toko emas lainnya di pasaran.
"Di luar dr itu, entah brp banyak toko mas yg kena fitnah krn dikira gak jual sesuai dg kadar yg di klaim. Zholim bgt sih ini," tulis akun @sarra_shaskia menanggapi riuhnya perbincangan netizen. Sentimen negatif terus berkembang seiring meluasnya tanggapan atas kasus tersebut di berbagai lini massa.
Hingga pemberitaan ini diturunkan, jajaran manajemen JEI maupun pemilik belum memberikan klarifikasi resmi terkait tuduhan yang beredar dan viral di sosmed.
Editor: Vitrianda Hilba Siregar