Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Kejaksaan Agung Periksa 2 Orang Saksi Terkait Perkara Impor Gula
Advertisement . Scroll to see content

‎Kemendag: Ekspor Makanan Olahan RI Tumbuh 13,47 Persen, UKM Hadapi Tantangan Global

Rabu, 04 November 2026 | 19:31 WIB
  • author Elva
‎Kemendag: Ekspor Makanan Olahan RI Tumbuh 13,47 Persen, UKM Hadapi Tantangan Global
Dirjen Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag meninjau salah satu both di SIAL Food and Drinks Indonesia 2026. Foto: Elva

JAKARTA, iNewsTangsel.id - Industri makanan dan minuman Indonesia memiliki peluang besar untuk memperluas pasar ekspor di tengah meningkatnya persaingan perdagangan global. Sepanjang Januari-Agustus 2025, nilai ekspor makanan olahan Indonesia mencapai USD4,49 miliar atau tumbuh 13,47 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

‎Dirjen Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan (Kemendag) Fajarini Puntodewi mengatakan, petumbuhan tersebut menunjukkan daya saing produk makanan olahan Indonesia di pasar internasional semakin meningkat. Namun, pelaku industri masih menghadapi sejumlah tantangan, terutama dalam memenuhi standar internasional, memperkuat merek, serta membangun akses ke pembeli dan distributor luar negeri.

‎"Potensi industri makanan dan minuman nasional ditopang kekayaan sumber daya alam, keragaman produk, serta kreativitas pelaku usaha," katanya dalam pembukaan SIAL Food and Drinks Indonesia 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Rabu (4/11/2026).

‎Menurut dia, peningkatan ekspor perlu diikuti penguatan kualitas produk, inovasi, dan strategi branding agar produk Indonesia semakin dipercaya konsumen internasional.

‎"Kami terus berkomitmen memperluas akses pasar, memperkuat promosi ekspor, dan memfasilitasi pelaku usaha Indonesia agar mampu meningkatkan daya saing serta menembus pasar global," ujarnya

‎Dia menilai, pameran perdagangan internasional dapat menjadi sarana mempertemukan produsen dan eksportir dengan calon pembeli, importir, serta distributor dari berbagai negara. Namun, keberhasilan kegiatan perdagangan tersebut tidak cukup diukur dari jumlah peserta maupun pengunjung.

‎"Lebih penting adalah kemampuan pelaku usaha mengubah pertemuan bisnis menjadi kemitraan dan transaksi ekspor yang nyata. Karena itu, pelaku usaha Indonesia didorong memanfaatkan forum perdagangan untuk memahami kebutuhan pasar, membangun jaringan, dan mengembangkan kerja sama berkelanjutan," terangnya.

‎Sementara itu, Managing Director SIAL Network ASEAN and India Henri Tan menambahkan, akses ke pembeli internasional masih menjadi tantangan bagi banyak perusahaan Indonesia, khususnya usaha kecil dan menengah (UKM).

‎"Padahal, Indonesia memiliki pasar domestik yang besar, sumber daya pertanian melimpah, serta kapasitas produksi yang berpotensi dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan pasar luar negeri," katanya.

‎Ia menerangkan, jaringan bisnis internasional dapat membantu mempertemukan produsen makanan dan minuman Indonesia dengan mitra dagang di berbagai negara. Sebaliknya, jaringan tersebut juga membuka peluang bagi pembeli global untuk menemukan produk dan pemasok dari Indonesia.

‎"Pengembangan jaringan perdagangan tidak sebatas mempertemukan pelaku industri dalam pameran, tetapi juga membuka akses pasar, pertukaran pengetahuan, dan koneksi bisnis lintas negara," imbuhnya.

‎Diketahui, pameran makan dan minuman itu menghadirkan lebih dari 500 merek dari 16 negara dan wilayah. Pameran tersebut mencakup berbagai mata rantai industri makanan dan minuman, mulai dari bahan baku, mesin pengolahan, teknologi pengemasan, produk makanan dan minuman, hingga peralatan dapur komersial.

Kegiatan ini juga digelar bersamaan dengan Indonesia Food Transport Logistics Expo 2026 yang menyoroti kebutuhan transportasi, logistik, dan rantai pendingin atau cold chain dalam distribusi produk pangan. Integrasi tersebut menjadi relevan mengingat efisiensi rantai pasok dan pengendalian suhu berperan penting dalam menjaga kualitas produk makanan, terutama untuk kebutuhan distribusi jarak jauh dan perdagangan ekspor.

‎Selain mempertemukan pelaku usaha, kegiatan tersebut menghadirkan program SIAL Innovations dan SIAL Culinary Masters Asia. Program ini diarahkan untuk memperkenalkan inovasi produk serta meningkatkan kemampuan dan daya saing talenta kuliner Indonesia di tingkat internasional.

Editor: Elva Setyaningrum

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut