TANGERANG, iNewsTangsel.id - Penyakit cacar api (Herpes Zoster) masih kerap dianggap remeh, padahal risikonya meningkat pada orang dewasa seiring penurunan daya tahan tubuh. Penyakit akibat reaktivasi virus Varicella Zoster ini tidak hanya menimbulkan ruam, tetapi juga dapat menyebabkan komplikasi serius berupa nyeri berkepanjangan yang mengganggu kualitas hidup.
Dokter Spesialis Penyakit Dalam RS Siloam Lippo Village, dr. Sandra Sinthya Langow, Sp.PD-KR, menyebut banyak pasien datang dalam kondisi terlambat. “Komplikasi yang paling sering kami tangani adalah nyeri pascaherpes. Nyeri ini bisa berlangsung lama dan berdampak pada produktivitas, kualitas tidur, hingga aktivitas sehari-hari,” ujarnya, Sabtu (17/1/2026).
Risiko cacar api lebih tinggi pada individu dengan penyakit penyerta seperti diabetes, penyakit jantung, gangguan ginjal, kanker, dan gangguan autoimun. Namun, rendahnya kesadaran membuat pencegahan kerap terabaikan.
Figur publik Maia Estianty menilai orang dewasa sering merasa sehat karena masih aktif beraktivitas. “Padahal penyakit bisa muncul tanpa gejala awal yang jelas. Kesadaran menjaga kesehatan jangka panjang itu penting,” katanya.
Sementara itu, dr. Johan Wijoyo, Head of Medical Adult Vaccine GSK Indonesia, menegaskan pentingnya edukasi kesehatan. “Masyarakat perlu mendapatkan informasi berbasis sains agar bisa mengambil keputusan kesehatan yang tepat,” ujarnya.
Cacar api menjadi peringatan bahwa tanpa upaya pencegahan dan literasi kesehatan yang memadai, penyakit ini berpotensi terus menggerus kualitas hidup orang dewasa secara diam-diam.
Editor : Hasiholan Siahaan
Artikel Terkait
