TANGERANG, iNewsTangsel.id - Industri properti nasional memasuki 2026 dengan sinyal penguatan. Laporan Cushman & Wakefield memproyeksikan sektor properti akan tumbuh berkelanjutan, didorong percepatan pembangunan infrastruktur, dukungan kebijakan pemerintah, serta ekspansi aktivitas bisnis lintas sektor.
Deputy Group CEO Strategic Development and Assets Sinar Mas Land, Herry Hendarta, mengatakan pasar properti kini semakin selektif, sehingga konsumen membutuhkan kepastian nilai jangka panjang. “Masyarakat tidak lagi sekadar mencari properti, tetapi membutuhkan akses yang memberi rasa percaya diri, kepastian, dan nilai jangka panjang. Royal Key kami hadirkan sebagai simbol komitmen membuka akses tersebut,” ujar Herry, Kamis (22/1/2026).
Memanfaatkan momentum tersebut, Sinar Mas Land meluncurkan program penjualan nasional Royal Key yang didukung pembiayaan dari 22 bank rekanan. “Didukung momentum positif industri properti serta keberlanjutan insentif pemerintah seperti penurunan suku bunga dan perpanjangan PPN DTP hingga akhir 2026, kami optimis Royal Key akan menjadi solusi bagi masyarakat untuk memiliki hunian dan aset investasi berkualitas,” katanya.
Ia menyebut, pada 2026 Sinar Mas Land menawarkan lebih dari 1.400 unit properti dengan target perolehan Rp3,6 triliun. Dari sisi pembiayaan, program ini menyediakan skema hard cash maupun KPR/KPA/KPT Express, bekerja sama dengan 22 bank rekanan, termasuk BCA, Mandiri, CIMB Niaga, BNI, BTN, BRI, OCBC NISP, hingga Bank Syariah Indonesia.
Royal Key 2026 mencakup berbagai proyek unggulan Sinar Mas Land, antara lain BSD City dan Taman Banjar Wijaya (Tangerang), The Elements dan Southgate Residence (Jakarta), Kota Wisata dan Harvest City (Cibubur), Rancamaya (Bogor), Klaska Residence (Surabaya), Grand City Balikpapan, hingga Nuvasa Bay Batam.
Program Royal Key berlangsung 22 Januari–31 Desember 2026, menawarkan insentif seperti potongan harga hingga 26 persen, subsidi uang muka hingga 15 persen, serta skema pembiayaan hard cash dan KPR/KPA/KPT Express.
Dengan dukungan perbankan dan insentif pemerintah, sektor properti nasional diharapkan tetap menguat sepanjang 2026.
Editor : Hasiholan Siahaan
Artikel Terkait
