JAKARTA, iNewstangsel - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) secara resmi mengonfirmasi bahwa musibah banjir telah meluas secara merata di tiga provinsi besar di Indonesia pada pekan ini. Wilayah yang paling terdampak mencakup Provinsi Banten, DKI Jakarta, hingga Nusa Tenggara Barat akibat curah hujan dengan intensitas yang sangat tinggi.
Karakteristik banjir kali ini menyasar pemukiman padat penduduk serta daerah dataran rendah yang berada di sepanjang aliran sungai yang meluap. Kepala Pusat Data BNPB, Abdul Muhari, menjelaskan bahwa tim gabungan masih terus bersiaga menghadapi dinamika cuaca ekstrem ini di lapangan.
Di Provinsi Banten, banjir parah melanda Kabupaten Tangerang yang mengakibatkan kerusakan pada ratusan rumah warga di Kecamatan Kosambi dan Jayanti. "Dalam peristiwa ini dua orang dilaporkan meninggal dunia dan satu orang mengalami luka ringan," ungkap Abdul Muhari dalam keterangannya, Jumat (23/1).
Banjir di Kota Tangerang juga dilaporkan menggenangi delapan kecamatan dengan kondisi debit air sungai yang terus menunjukkan tren kenaikan signifikan. Sebanyak 21 jiwa terpaksa diungsikan ke Pos Pemadam Kebakaran sementara pendataan jumlah rumah yang terdampak masih terus berjalan secara intensif.
Situasi serupa juga melanda wilayah Nusa Tenggara Barat, di mana banjir bandang dilaporkan menerjang Kabupaten Sumbawa hingga merusak 162 unit rumah warga. Kabupaten Bima dan Lombok Barat turut mencatatkan kerusakan fasilitas publik serta puluhan rumah yang terendam akibat luapan air sungai.
Beralih ke ibu kota, titik banjir di Jakarta kembali meluas pada Jumat siang hingga mencapai 143 Rukun Tetangga (RT) dan menggenangi 16 ruas jalan utama. BPBD Jakarta mengonfirmasi bahwa ketinggian air di Kelurahan Rawa Buaya serta Kosambi kini sudah menembus angka di atas satu meter.
Di wilayah Jakarta Selatan, kondisi memprihatinkan terjadi di Kelurahan Cipulir dengan ketinggian air yang dilaporkan telah mencapai hingga 1,2 meter. Tim petugas gabungan dipastikan tetap bersiaga di lokasi guna mendampingi warga terdampak sekaligus menyalurkan bantuan logistik yang mendesak.
BNPB secara khusus mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir susulan yang mungkin terjadi kembali. Warga di bantaran sungai diminta terus memantau informasi cuaca resmi agar risiko korban jiwa dapat diminimalisir di tengah situasi darurat ini.
Editor : Aris
Artikel Terkait
