Jakarta–Tangsel Nyaris Jadi Pabrik Narkotika, Polisi Berhasil Ringkus Lima Tersangka

Doni Marhendo
Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Tangerang Selatan bergerak cepat membongkar jaringan narkotika yang memproduksi dan mengedarkan narkotika. (Foto: iNewsTangsel)

SERPONG, iNewsTangsel.id — Jakarta dan Tangerang Selatan (Tangsel) nyaris naik kelas. Bukan menjadi kota pintar atau kota ramah lingkungan, melainkan hampir menjelma sebagai pusat pabrik narkotika rumahan. Namun, rencana gelap itu keburu dipatahkan aparat kepolisian.

Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Tangerang Selatan bergerak cepat membongkar jaringan narkotika yang memproduksi dan mengedarkan berbagai jenis barang haram, mulai dari sabu, ekstasi, hingga narkotika sintetis. 

Operasi ini sekaligus menggagalkan upaya menjadikan wilayah Jakarta dan Tangsel sebagai pasar sekaligus dapur produksi narkoba, Selasa (27/1/2026).

Dalam pengungkapan tersebut, polisi mengamankan lima orang tersangka masing-masing berinisial A.S (42), R.C (26), M.A (30), S.A (32), dan S.A.S (27). 

Usia boleh berbeda, latar belakang tak sama, namun tujuannya seragam yakni mencari keuntungan cepat tanpa peduli korban yang ditinggalkan.

Penangkapan dilakukan di sejumlah titik yang tersebar di wilayah Pamulang, Tangerang Selatan; Cilandak dan Tebet, Jakarta Selatan; Tanah Abang, Jakarta Pusat; hingga Duren Sawit, Jakarta Timur. 

Peta penindakan yang dijalankan aparat terbilang rapi dan terukur, menutup ruang gerak para pelaku satu per satu.

Kapolres Tangerang Selatan, AKBP Boy Jumalolo, menjelaskan bahwa narkotika jenis methafetamina dan narkotika sintetis tersebut rencananya akan diedarkan ke wilayah Jakarta, Tangsel, dan sekitarnya.

“Modus operandi para tersangka yakni melakukan transaksi narkotika jenis sabu dan ekstasi secara langsung atau sistem COD, serta menjalankan home industry produksi narkotika sintetis jenis MDMB-4en-PINACA,” ujar AKBP Boy Jumalolo.

Dari tangan para tersangka, polisi mengamankan narkotika sintetis MDMB-4en-PINACA dengan berat bruto mencapai 2.342 gram. Jika diolah, jumlah tersebut dapat menghasilkan sekitar 20.000 gram bibit sintetis dengan nilai ekonomi yang ditaksir mencapai Rp20 miliar.

Angka yang fantastis, namun di balik nominal itu tersimpan harga sosial yang jauh lebih mahal, rusaknya masa depan generasi muda dan hancurnya ribuan keluarga.

Berdasarkan hasil perhitungan, pengungkapan kasus ini diperkirakan telah menyelamatkan sekitar 500.000 jiwa dari potensi penyalahgunaan narkotika. Setengah juta orang lolos dari jerat, sementara lima orang justru terperosok ke lubang yang mereka gali sendiri.

Untuk sementara, rencana pesta narkoba yang digadang-gadang para pelaku sebagai jalan kesuksesan terpaksa bubar sebelum sempat dimulai. Lima orang mendekam di balik jeruji besi, setengah juta nyawa selamat.

Soal kelanjutannya, waktu yang akan menjawab. Selama uang haram masih dianggap jalan pintas, selalu ada saja yang tergoda menjual masa depan, bahkan sebelum azan subuh berkumandang.

Editor : Aris

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network